Pencuri yang Tercuri Hatinya
Seorang pencuri memanjat tembok rumah Malik bin Dinar, menyelinap
masuk, tapi ia tidak menemukan apapun yang pantas untuk dicuri.
Sementara tuan rumah yang khusyuk melakukan shalat, memperpendek
shalatnya karena merasa ada sesuatu yang mengganggu.
Kemudian
Malik bin Dinar menoleh kearah pencuri itu. Sambil mengucapkan salam,
ia berkata, “Semoga Allah memberimu taubat, engkau memasuki rumahku,
tetapi engkau tidak menemukan sesuatu yang dapat engkau ambil. Namun
aku tidak akan membiarkanmu keluar dengan sia-sia.”
Malik bin Dinar membawakan sebaskom air dan berkata kepadanya,
“Ambillah air wudhu, lalu lakukan shalat 2 rakaat, niscaya engkau nanti
akan keluar dengan membawa sesuatu yang lebih berharga daripada apa
yang engkau cari ke sini!” Mendengar kata-kata dan ketulusan Malik bin
Dinar, pencuri itu terharu lalu ia menjawab, “Baiklah. Aku jadi
tersanjung.”