|
Adalah perangkat (tools) yang disediakan pada browser yang anda miliki, bisa menggunakan Mozilla atau lainnya. Fungsinya adalah memudahkan anda untuk mengetahui informasi terbaru tentang kegiatan dan aktifitas Surau Baitul Amin. |
|
| detail |
| Perempuan dan Rahasia |
| Ditulis oleh Jusron Faizal | |
|
Suatu ketika hiduplah sepasang suami-istri yang bekerja sebagai petani. Setiap hari mereka selalu pergi ke ladang bersama-sama untuk menggarapnya. Namun, pagi ini sang istri tak bisa ikut membantu suaminya di ladang karena sakit dan si suami pun pergi seorang diri. Ketika hari mulai sore si petani hendak pulang ke rumah dan tanpa sengaja ia menemukan sebuah benda berkilauan menyembul dari dalam tanah. Ia pun penasaran dan mendekati benda tersebut ternyata benda itu adalah sebuah guci yang terbuat dari emas. Betapa kaget dan senangnya hati si petani, ia pun tak sabar ingin segera pulang dan menceritakan kabar gembira ter-sebut kepada istrinya. Tetapi di tengah perjalanan pulang, ia berpikir akankah istrinya bisa menjaga rahasia ini karena ia khawatir apabila cerita ini sampai ke telinga raja, guci emasnya akan disita dan ia pun memutuskan untuk menguji sang istri. Saat malam tiba, diam-diam si petani meletakkan telur di tempat tidurnya dan ketika pagi si petani pura-pura terkejut dan berkata pada istrinya, "Istriku sebenarnya setiap malam aku bisa bertelur. Maka maukah kau menjaga rahasiaku ini dan berjanji tak akan menceritakan hal ini kepada siapapun?" Sang istri pun menyanggupinya.
Namun, yang terjadi ketika sang istri petani pergi ke pasar bersama
perempuan tetangganya ia pun menceritakan apa yang terjadi tadi malam
pada suaminya sambil berkata, "...tapi kau janji ya jangan ceritakan
ini pada siapapun." Tak lama kemudian si perempuan tetangga ini bertemu
dengan temannya ia pun akhirnya menceritakan hal itu dan berkata
"..tapi kau harus berjanji tak akan menceritakan ini pada siapapun,
karena ini rahasia." dan temannya itu menyanggupi. Tapi, kemudian
perempuan ini akhirnya menceritakan kembali kepada saudara perempuannya
dan saudara perempuannya menceritakan hal yang sama kepada perempuan
tetangganya, dan begitulah seterusnya. Hari belum juga berganti namun
cerita si petani yang bisa bertelur sudah tersebar hampir ke seluruh
negeri, dan akhirnya sampai ke telinga raja. Raja kemudian memanggil si petani dan diminta menceritakan kejadian yang sebenarnya. "Baiklah raja, aku akan menceritakan cerita yang sesungguhnya namun dengan satu syarat," kata si petani. Raja pun setuju dan mendengarkan cerita si petani. Setelah si petani selesai bercerita, raja hanya mengangguk-angguk dan tersenyum sambil berkata, "Kalau begitu mulai hari ini jangan lagi kau menceritakan rahasia apapun kepada istrimu." Akhirnya si petani pulang dan tak lagi khawatir guci emasnya akan disita sang raja dan ia pun berjanji akan menuruti kata-kata sang raja untuk tidak menceritakan rahasia apapun pada istrinya. |
| Berikutnya > |
|---|
“Tidak ada waktu yang lebih baik selain sekarang untuk memulai hidup yang baik. Anda tidak perlu untuk menciptakan ulang kehidupan anda di waktu yang sudah lewat. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting anda memulai, jangan ditunda untuk besok.
”


