|
Bermula dari kegelisahan melihat pemberitaan di media massa yang membuat jengah dan menumpulkan nalar. kami menyaring dan mencari dimana sisi yang benar. |
|
| detail |
Tentang
Fasilitas | Fasilitas Ibadah dan Pendidikan |
| Ditulis oleh Baitul Amin | |
Perkembangan sampai dengan saat ini untuk Fasilitas Ibadah dan Pendidikan yang dimiliki Surau Baitul Amin adalah sebagai berikut:MasjidPada saat pembangunan, areal Masjid ini merupakan areal olah raga anshor yaitu lapangan Volley dan sepak bola. Masjid Baitul Amin dipergunakan dan diresmikan pada tahun 1992 yang kemudian diteruskan dengan Seminar Internasional yang diikuti oleh 10.000 jama'ah baik dalam dan luar negeri. Pembangunan dan renovasi Masjid terus berjalan dan terakhir pada tahun 2002 menjadi bentuk dan disain seperti sekarang ini. Luas bangunan Masjid Baitul Amin adalah 750 m2 dan kapasitas jama'ah untuk melaksanakan sholat di dalam lingkungan Masjid adalah 840 orang khusus untuk kaum Bapak sedangkan untuk kaum Ibu 330 orang.Kamar Mandi dan Tempat WudhuKamar mandi dan tempat wudhu sudah terjadi perpindahan dan pelebaran dari dahulu sampai dengan saat ini. Untuk kamar mandi kaum Bapak dulu hanya memiliki luas +/- 65 m2 dan hanya memiliki 12 kamar mandi, sedangkan kaum Ibu hanya memliki luas +/- 45 m2. Perkembangan jama'ah terus meningkat dan seiring dengan itu Kamar Mandi kaum Bapak mengalami perluasan dengan mengambil areal Ruang Anshor sehingga luasnya menjadi +/- 119 m2 dan memiliki jumlah 43 kamar mandi. Sedangkan untuk Kamar Mandi Kaum Ibu diperluas pada tahun 2006 menjadi 2 tingkat dengan jumlah 18 kamar mandi, masing-masing 9 kamar mandi per lantai seperti sekarang.Ruang SulukPada awal tahun 1992 Baitul Amin telah memiliki Ruang Suluk untuk kaum Bapak dan kaum Ibu. Yang dinamakan Ruang Suluk untuk kaum Bapak sampai sekarang masih dipergunakan yaitu yang berada dibawah Masjid dan berhubungan dengan Kamar Mandi sedangkan Ruang Suluk Kaum Ibu terletak diatas Ruang Sholat Kaum Ibu. Kapasitas untuk menampung jama'ah melaksanakan i'tikaf untuk kaum Bapak adalah 250 orang, sedangkan untuk kaum Ibu 160 orang. Perubahan dari semenjak diresmikan untuk ruang ini tidak banyak karena lokasi dan ruang sudah memenuhi kapasitas maksimum. Aula
AuditoriumPerkembangan yang semakin pesat membuat areal ruangan-ruangan diatas mencapai batas maksimal, akhirnya dibangunlah ruangan lain yaitu Auditorium dengan 2 lantai dengan konstruksi 90 persen dari besi diatas tanah seluas 1050 m2. Tetapi ada sekitar 170 m2 dibagi menjadi ruangan YMM. Ayahanda Guru saat itu. Total ruang Auditorium yang dapat dipergunakan untuk kepentingan jama'ah adalah 880 m2. Bagian lantai bawah dipergunakan untuk menampung jama'ah untuk i'tikaf sekitar 600 orang kaum Bapak, sedangkan lantai atasnya dipergunakan untuk acara pernikahan, seminar, sarasehan dan sebagainya. Khusus untuk acara pernikahan ruang atas ini dapat di sewa oleh non jama'ah untuk kepentingan pernikahan. Dan Auditorium mulai dibangun dari tahun 1995 s/d 1997 yang kemudian dipergunakan sampai dengan sekarang.PerpustakaanDiresmikan oleh YM. ABU (SS. H. Abdul Khaliq Fadjuani, SH) pada tanggal 18 Agustus 2006 untuk keperluan dan perkembangan jama'ah TN agar dapat menambah wawasan dan informasi tentang masalah Islam dan Umum. Seperti karakter YM. ABU sendiri yang sangat hobby membaca dan menambah berbagai pengetahuan baik Islam ataupun umum lainnya. Perpustakaan terdiri dari 2 lantai dimana masing-masing lantai memiliki luas 75 m2. Lantai bawah dipergunakan sebagai kantor dan manajemen perpustakaan, juga terdapat ruangan untuk menerima tamu yang representatif. Lantai atas merupakan ruangan perpustakaan dengan memiliki teknologi masa kini seperti : proyektor, giant screen dan audio. Juga terdapat 3000 buku-buku yang dikelola dan dikontrol dengan baik. Disediakan juga kapasitas tempat duduk sebanyak 15 orang di ruang baca perpustakaan. Selain sebagai perpustakaan umum ruangan ini khususnya setiap malam Selasa dan malam Jum'at dipergunakan sebagai tempat orientasi jama'ah yang akan masuk TN. GHOBA (Guest House Baitul Amin)GHOBA adalah ruangan istirahat yang dapat dipergunkan dengan memiliki kriteria sebagai berikut :1. Keluarga Besar YMM. Ayahanda Guru 2. Para pimpinan zahiriah 3. Tamu VIP non jama'ah yang ingin menginap Luas dari bangunan ini adalah 120 m2 dan memiliki 7 kamar dengan kamar mandi dalam . Perkembangan Guest House sudahlah terjadi 3 kali proses pembangunan dan renovasi dari tahun 1993 pembuatan Guest House I, kemudian 1997 Guest House ke II dan tahun 2001 Guest House yang sekarang ini kita kenal dengan GHOBA. Kata GHOBA diciptakan oleh Kakak kita yang tercinta putri dari YMM. Ayahanda Guru yaitu Kak Merry In Malik. STABA (Spesial Tamu Agung Baitul Amin)STABA merupakan bekas bangunan Dapur Suluk Surau Baitul Amin yang kemudian pindah ke lokasi belakang. STABA dibuat dikarenakan tingginya tamu-tamu non jama'ah yang berkunjung dan menginap di Surau Baitul Amin selain itu, yang paling penting, adalah dibuat untuk kenyamanan dari YM. Buya dikarenakan terdapat satu ruangan yang kedap suara khusus untuk Beliau. Luas lokasi STABA adalah 113 m2 dengan isi 3 kamar tidur yang masing-masing memiliki kamar mandi dalam dan ruang tengah untuk berkumpul keluarga ataupun tamu.Kriteria untuk pengguna STABA adalah : 1. Keluarga YMM. Ayahanda Guru 2. Tamu VVIP yang menginap Kata "STABA" juga diciptakan oleh Kak Merry In Malik. CONDOBA (Condominium Baitul Amin)Ruangan ini merupakan bagian dari Auditorium yang dipersiapkan sebagai ruang yang dipergunakan oleh YMM. Ayahanda Guru. Luas ruang ini 170 m2 dan memiliki dua lantai, saat ini ruang ini dipergunakan sebagai tempat penyimpanan foto-foto dokumentasi dari YMM. Ayahanda Guru, YM. Buya, Alm. Bang In Malik, YM. ABU dan lain sebagainya yang merupakan foto kenangan. Kata "CONDOBA" juga diciptakan oleh Kak Merry In Malik.MEEROBA (Meeting Room Baitul Amin)Ruangan ini merupakan lantai bawah dari Condoba dan difungsikan sebagai tempat pertemuan atau presentasi bagi YM. ABU, anshor dan jama'ah untuk kapasitas s/d 30 orang. Luas ruangan ini adalah 40 m2 dengan fasilitas audio, whiteboard dan lainnya. Tempat ini merupakan tempat yang aktif saat ini karena sering dipergunakan untuk berbagai acara pelatihan ataupun pertemuan-pertemuan. Lapangan BadmintonLapangan Badminton di Baitul Amin sudah berpindah sebanyak 4 kali dari awal pembangunan. Lapangan pertama adalah di pelataran parkir rumah YMM. Ayahanda Guru, kedua adalah di areal yang sekarang menjadi Aula, ketiga di areal yang sekarang menjadi lapangan parkir motor dan yang terakhir di lokasi dekat dengan kantin. Lapangan Badminton ini memiliki spesifikasi internasional. Lapangan Bola Mini AighaizelMayoritas dari Anshor dan Pengurus Suarau Baitul Amin sangat menggandrungi olah raga ini maka dibuatlah satu lapangan mini (futsal) yang berukuran 20 m x 15 m untuk bermain bola 5 lawan 5 orang. Lapangan bola mini ini dinamakan Aighaizel karena dibuat dan dipergunakan bersamaan dengan lahirnya putra Bang Ary yaitu Aighaizel Bestari. |


