<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Baitul Amin</title>
		<description>Baitul Amin site syndication</description>
		<link>http://baitulamin.org</link>
		<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 16:47:27 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://baitulamin.org/images/M_images/rss.png</url>
			<title>Baitul Amin</title>
			<link>http://baitulamin.org</link>
			<description>Baitul Amin site syndication</description>
		</image>
		<item>
			<title>Sufi Thinking, Momen Untuk Berubah</title>
			<link>http://baitulamin.org/kronik/sufi-thinking-momen-untuk-berubah.html</link>
			<description>Wuzz... wuzz... Berubah! Bisa!! Tujuhpuluh
dua peserta sufi thinking di Surau Baitul Amin bersama-sama
menggerakkan tangan dan meneriakkan yel-yel itu dengan lantang.
Berubah ke arah yang lebih baik adalah spirit dari pelatihan rutin
ini untuk jamaah Pengikut Naqsyabandiah Khalidiah.</description>
			<category>Kampus - Kronik</category>
			<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 09:52:11 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Dalam Lingkaran Syaikh Tarikat</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/dalam-lingkaran-syaikh-tarikat.html</link>
			<description>Di bawah kepemimpinan Sayyidi Syaikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya
penyebaran Naqsyabandiyah Khalidiah begitu luas di Indonesia dan
Malaysia, bahkan murid-muridnya ada yang berasal dari Amerika. Maka,
untuk memudahkan pengorganisasian, terkait aktivitas
sosial-kemasyarakatan, dibuatlah wadah yayasan yang diberi nama Yayasan
Prof. Dr. H. Kadirun Yahya. Sedangkan ajaran tarekat yang
dikembangkannya, dipopulerkan oleh murid-muridnya sebagai Tarekat
Naqsyabandiyah Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya. </description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 22:25:37 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Inspirasi Masyarakat Madani</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/inspirasi-masyarakat-madani.html</link>
			<description>Hijrah menandai awal era Muslim, karena pada titik inilah Nabi Muhammad SAW mampu menerapkan gagasan Qur’ani  secara maksimal, dan meletakkan Islam menjadi faktor penting dalam  sejarah manusia. Ini adalah sebuah langkah revolusioner. Hijrah bukanlah sekadar perubahan alamat. Menurut Karen Armstrong dalam Islam; Sejarah Singkat ,di Jazirah Arab sebelum Islam, suku adalah nilai suci. Meninggalkan kelompok darah sendiri dan bergabung dengan suatu kelompok darah orang lain adalah suatu hal yang belum pernah terdengar. Hal ini dianggapnya menghina nenek-moyang sendiri dan kaum Quraisy tidak bisa memaafkan kesalahan ini.  Maka kaum Quraisy bersumpah untuk memusnahkan ummah (Islam) di Yatsrib.</description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 20:40:21 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Syaikh-syaikh Naqsyabandiyah</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/syaikh-syaikh-naqsyabandiyah.html</link>
			<description>Tarekat ini dimasyhurkan oleh Muhammad bin Muhammad Bahauddin Al-Uwaisi
al Bukhari Naqsyabandi Q.S. (Mursyid yang berada pada silsilah ke-15
dalam Tarekat Naqsyabandiyah).  Pada sumber lain nama beliau ditulis
Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad Al-Husayni Al-Uwaysi Al-Bukhari
sementara ada pula yang menyebutnya dengan nama Bahauddin Shah
Naqsyabandi.  Beliau lahir di Qashrul ‘Arifan, sebuah desa di kawasan
Bukhara, Asia Tengah (Uzbekistan), pada Muharram tahun 717 H, atau
tahun 1318 Masehi. Nasabnya bersambung kepada Rasulullah SAW melalui
Sayyidina Al-Husain RA. </description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 13:52:48 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Baitul Mal Wa Tamwil (BMT):  Bentuk Lain Silaturahmi</title>
			<link>http://baitulamin.org/agenda/bisnis-islami.html</link>
			<description>Bisnis bukan sekedar ajang untuk mencari laba. Banyak hal positif yang menjadi bagian dari bisnis, seperti silaturahmi, kejujuran dan pelayanan yang baik. Nilai positif itu pula yang diharapkan akan dikedepankan para jamaah Surau Baitul Amin dalam pengelolaan bisnisnya. Pada tanggal 5 Juli 2009 lalu,Pada tanggal 5 Juli 2009 lalu, Baitul
Amin resmi mendirikan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) sebagai
induk dari Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Baitul Amin Sawangan untuk
merealisasikan konsep bisnis yang Islami itu. Dalam acara peresmian
tersebut, Ketua Yayasan menyampaikan bahwa BMT harus bisa mengubah pola
pikir atau mindset jamaah saat berbisnis ke arah Islami. Sehingga
kehidupan dunia dan akhirat bisa sempurna. &quot;Kita tidak akan berhasil
kalau kita tidak mengubah isi kepala kita,&quot; ungkap beliau.</description>
			<category>Kampus - Kronik</category>
			<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 00:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Tarekat Naqsyabandiyah di India</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/tarekat-naqsyabandiyah-di-india.html</link>
			<description>Tarekat Naqsyabandiyah masuk ke India dibawa oleh Sayyidi Syaikh
Muaiyiduddin Muhammad Baqi Billah qs. dan dilanjutkan oleh Sayyidi
Syaikh Akhmad Faruqi Sirhindi Q.S. yang lahir di Sirhindi, kini negara
bagian Punjab, sebelah barat New Delhi pada Jum’at, 4 Syawal 971 H atau
26 Mei 1564.  Disebut al-Faruqi karena beliau memiliki garis keturunan
yang bersambung sampai kepada Khalifah Umar. Tarekat Naqsyabandiyah betul-betul telah tumbuh dan berkembang di India
sebelum Syaikh M. Baqi Billah wafat pada 1603 M. Penerusnya, Syaikh
Akhmad, sangat yakin akan tugas besarnya dalam memainkan peranan
menumbuhkan kehidupan keagamaan di masanya. Berkat bimbingan dan
dorongan Syaikh M. Baqi Billah, Syaikh Akhmad sadar akan tugas-tugas
tersebut.</description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 00:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Perkembangan Tarekat Nusantara</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/perkembangan-tarekat-nusantara.html</link>
			<description>Masuknya tarekat ke Indonesia bersama dengan masuknya Islam ketika
wilayah Nusantara masih terdiri dari kerajaan-kerajaan melalui
perdagangan dan kegiatan dakwah. Sumber-sumber Cina menyebutkan ada 
pembangunan pemukiman Arab dan boleh jadi pemukiman Muslim di pesisir
barat Sumatera pada 54 H/674 M. Wilayah ini merupakan rute perdagangan
penting Arab dan Cina, serta pelabuhan strategis bagi pedagang Arab,
India dan Persia.</description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 00:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiah</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/tarekat-naqsyabandiyah-al-khalidiah.html</link>
			<description>Tarekat ini berhulu pada diri Nabi Muhammad SAW yang kemudian mengalir kepada Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq R.A, sahabat kesayangan Nabi Muhammad SAW dan khalifahnya yang pertama, yang telah menerima ilmu istimewa seperti diterangkan Nabi Muhammad SAW sendiri, &quot;Tidak ada sesuatu pun yang dicurahkan Allah ke dalam dadaku, melainkan aku mencurahkan kembali ke dalam dada Abu Bakar&quot;</description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 00:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Tarekat Masa Tabi'in dan Penerusnya</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/tarekat-masa-tabiin-dan-penerusnya.html</link>
			<description>Tulisan terdahulu dijelaskan bahwa sumber acuan dan panutan para sufi adalah Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin. Diteruskan para Ahlush Sufah, yaitu sekelompok sahabat Rasul yang tinggal di Masjid Nabawi Madinah. Kemudian muncul periode Tabi’in.Salah satu sufi yang menonjol pada masa Tabi’in adalah Imam Ja’far Ash Shadiq (80 H – 148 H), dan lebih dikenal dengan nama Imam Ja’far Ash Shadiq.  Ayahnya yaitu Imam Muhammad Al Baqir adalah cicit dari Saidina Ali bin
Abi Thalib, sedangkan ibunya, Ummu Farwah binti Qasim bin Muhammad
adalah cucu dari Saidina Abu Bakar Shidiq.</description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 00:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Perjalanan Tarekat</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/perjalanan-tarekat.html</link>
			<description>Pada Judul artikel tentang Sufi dan Zuhud (risalah/sufi-dan-zuhud.html) , kita memahami zuhud sebagai
perilaku meninggalkan kehidupan dunia yang bersifat materi dan menekuni
hal-hal yang bersifat rohani. Tidak jauh dari pengertian tersebut,
dalam Ensiklopedi Tasawuf terbitan Angkasa, Bandung (2008), dari segi
bahasa, zuhud berarti meninggalkan, tidak menyukai atau mengambil
sedikit. Adapun dari segi istilah berarti mengosongkan hati dari
sesuatu yang bersifat duniawi atau meninggalkan hidup kematerian. Orang
zuhud (zahid) adalah orang yang meninggalkan dunia untuk mendapatkan
apa yang ada pada Allah.
</description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 00:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Zuhud, Tasawuf &amp; Tarekat</title>
			<link>http://baitulamin.org/amanah/zuhud-tasawuf-tarekat.html</link>
			<description>Pada judul sebelumnya, kita memahami zuhud sebagai perilaku meninggalkan kehidupan dunia yang bersifat materi dan menekuni hal-hal yang bersifat rohani. Tidak jauh dari pengertian tersebut, dalam Ensiklopedi Tasawuf terbitan Angkasa, Bandung (2008), dari segi bahasa, zuhud berarti meninggalkan, tidak menyukai atau mengambil sedikit. Adapun dari segi istilah berarti mengosongkan hati dari sesuatu yang bersifat duniawi atau meninggalkan hidup kematerian. Orang zuhud (zahid) adalah orang yang meninggalkan dunia untuk mendapatkan apa yang ada pada Allah. </description>
			<category>Artikel - Amanah</category>
			<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 00:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Sufi dan Zuhud</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/sufi-dan-zuhud.html</link>
			<description>Sufi adalah orang yang mengamalkan pekerjaan tasawuf. Berdasar asal katanya (etimologi), istilah ‘sufi’ punya arti yang beragam. Menurut Ensiklopedia Indonesia terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve (1997), ‘Sufi’ diambil dari kata ‘Suf’, yang artinya ‘kain yang dibuat dari bulu domba yang ditenun kasar’.Biasa dikenakan oleh orang-orang sufi sebagai lambang kesederhanaan dan kemiskinan, namun berhati dan berbudi pekerti mulia. Berpakaian ‘Suf’ juga bermaksud sebagai reaksi terhadap orang-orang yang hidupnya mewah dengan berpakaian sutra yang indah-indah, terutama yang dilakukan oleh para pembesar kerajaan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.</description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 11:12:09 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Akrab dengan Tasawuf</title>
			<link>http://baitulamin.org/risalah/akrab-dengan-tasawuf.html</link>
			<description>Dulu pendiri Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya ini menggelar
seminar dari kampus ke kampus dengan tujuan mengenalkan tasawuf kepada
kalangan akademisi. Kini para penerusnya  menjalankan misi yang sama
untuk masyarakat yang lebih luas, salah satunya dengan menyelenggarakan
tabligh akbar.
Masih segar dalam ingatan 5.000-an orang yang hadir. Pada 16
November 2008 lalu Surau Baitul Amin Sawangan - Depok menyelenggarakan
tabligh akbar dengan tema &quot;Bersama Menuju Muslim Kaffah.&quot;  Tausyiah
yang disampaikan Syeikh KH. Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya
selaku Ro'is A'am Jami'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An-Nahdliyah
(JATMAN), da'i muda Ustadz Ahmad Al-Habsyi, Prof. Dr. KH Djamaan Nur -
Guru Besar STAIN Bengkulu, dan Walikota Depok Nurmahmudi Ismail,
kiranya menambah pemahaman bagi jamaah dan masyarakat luas tentang
ajaran Islam yang kaffah itu. Sehingga apabila dilaksanakan dengan
sungguh-sungguh maka akan menjadikan muslim yang kaffah.</description>
			<category>Artikel - Risalah</category>
			<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 22:37:50 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
