|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
|
Sebutan marawis untuk kesenian islami yang kian populer ini berawal dari salah satu alat musiknya yang berbentuk seperti gendang yang hanya satu sisi bidang yang ditabuh. Sebenarnya, selain menggunakan marawis, alat musik tetabuhan lainnya yang digunakan adalah hajir atau gendang besar. Hajir ini memiliki diameter sekitar 45 Cm dan tinggi 60-70 Cm. Kesenian ini juga menggunakan dumbuk, sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, tamborin dan ditambah lagi dua potong kayu bulat berdiameter 10 Cm. |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
Persis sehari sebelum acara Tabligh Akbar, tepatnya Sabtu malam (15/11) pukul 19.30 – 23.30 WIB, Surau Baitul Amin Sawangan menggelar hiburan dengan mengadakan Kompetisi Marawis. Mengapa Marawis?
Menurut Pengurus III Surau Baitul Amin Sawangan H. Akhmad Syukran Bestari, SE, MMSi., lomba marawis ini bermula dari acara malam Peringatan Hari Kemerdekaan RI - 17 Agustus lalu. Saat itu ada sumbangan penampilan kelompok marawis dari ibu-ibu di sekitar surau, yang penampilannya sungguh mengesankan. ”Marawis musiknya dinamis, enak didengar, dan tak perlu banyak alat untuk dimainkan. Lagu-lagu yang disenandungkan syarat dengan tuntunan agama dan pujian terhadap Rasulullah.” ucap Bang Arie yang mengistilahkan marawis sebagai musik “user friendly”. |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Suyadi Yusuf
|
|
Senin pagi (1/12) pukul 02:45 telah diberangkatkan 36 orang calon haji dari Surau Baitul Amin menuju bandara Sukarno-Hatta menggunakan bus. Pagi jam enam sehari sebelumnya juga telah dikirim koper besar & troli mereka ke bandara untuk chek in bagasi oleh tim Anak Surau. Pemberangkatan dilepas oleh Pengurus Surau, Anak Surau, Jamaah, dan keluarga calon haji. Sesuai jadual, Insya Allah pesawat GA 984 akan take off meninggalkan Jakarta menuju Jeddah pada pukul 07:55.
|
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Suyadi Yusuf
|
|
Abu Bakar dilahirkan di Mekah dua setengah tahun setelah Tahun Gajah, atau lima puluh setengah tahun sebelum dimulainya Hijrah. Di masa pra-Islam dikenal sebagai Abul Kaab dan waktu masuk Islam Rasulullah memberinya nama Abdullah dengan gelar as-Shiddiq (Orang Terpercaya). Ia termasuk suku Quraisy dari Bani Taim, dan silsilah keturunannya sama dengan Nabi SAW, dari garis ke-7. Beliau meninggal pada 23 Agustus 634 dalam usia 63 tahun. |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
|
Fisikawan David Bohm meriset kehidupan tiga fisikawan besar yang hidup
sejaman dan dikenal sebagai bapak-bapak fisika modern yaitu Einstein,
Heisenberg dan Bohr. Ia mendapati bahwa penemuan luar biasa yang
dilakukan oleh ketiganya terjadi karena adanya dialog yang simple,
terbuka dan jujur. Mereka bertiga berkorespondensi, brainstorming,
bertukar ide dan berdialog tentang berbagai hal yang nantinya menjadi
dasar fisika modern. Hal itu kebalikan dengan yang dilakukan sesama
fisikawan lain yang hidup sejaman. Mereka sibuk saling tidak percaya,
enggan untuk berbagi dan senang mencari kelemahan ide lainnya untuk
menonjolkan idenya sendiri. |
|
detail
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 10 - 18 dari 18 |