| Teman- Teman Yang Baik…, Di Surau Baitul Amin kita sekarang ada tempat main yang asyik buat teman- teman semua, namanya Kid’z Point Baitul Amin. Seru deh, di sana ada mainan banyak untuk main bersama dengan teman- teman kalian yang lain, tapi ingat ya.. walaupun lagi main seru… kita tetap harus jadi teman yang baik buat teman kita yang lain. | |
| detail |
| Berbagi Spirit of Fellowship |
| Ditulis oleh Baitul Amin | |
|
Fisikawan David Bohm meriset kehidupan tiga fisikawan besar yang hidup
sejaman dan dikenal sebagai bapak-bapak fisika modern yaitu Einstein,
Heisenberg dan Bohr. Ia mendapati bahwa penemuan luar biasa yang
dilakukan oleh ketiganya terjadi karena adanya dialog yang simple,
terbuka dan jujur. Mereka bertiga berkorespondensi, brainstorming,
bertukar ide dan berdialog tentang berbagai hal yang nantinya menjadi
dasar fisika modern. Hal itu kebalikan dengan yang dilakukan sesama
fisikawan lain yang hidup sejaman. Mereka sibuk saling tidak percaya,
enggan untuk berbagi dan senang mencari kelemahan ide lainnya untuk
menonjolkan idenya sendiri.
Fisikawan David Bohm meriset kehidupan tiga fisikawan besar yang hidup sejaman dan dikenal sebagai bapak-bapak fisika modern yaitu Einstein, Heisenberg dan Bohr. Ia mendapati bahwa penemuan luar biasa yang dilakukan oleh ketiganya terjadi karena adanya dialog yang simple, terbuka dan jujur. Mereka bertiga berkorespondensi, brainstorming, bertukar ide dan berdialog tentang berbagai hal yang nantinya menjadi dasar fisika modern. Hal itu kebalikan dengan yang dilakukan sesama fisikawan lain yang hidup sejaman. Mereka sibuk saling tidak percaya, enggan untuk berbagi dan senang mencari kelemahan ide lainnya untuk menonjolkan idenya sendiri. “Menurutku, bagusnya materi ini disampaikan dengan contoh kasus riil. bukan kasus rekaan tadi” cetus fasilitator yang duduk dekat jendela. “Kira-kira kasus seperti apa?” tanya fasilitator yang akan menyampaikan topik Berpikir Kreatif dengan Metode Six Hats De Bono minta masukan. “Mungkin kasus Kemacetan Jakarta bisa dipakai” saran fasilitator berbadan kurus. “Kalau kasus seperti itu terlalu luas saya rasa. Peserta akan sulit menganalisisnya” timpal fasilitator lainnya, tajam. ”Dan perlu diingat, yang diinginkan adalah peserta mengerti penggunakan setiap warna topi dalam menganalisis kasus. Bukan kasusnya!” tambahnya. Perbincangan tiba-tiba terhenti. Sejenak ruangan Troba hening. Sementara di luar sinar mentari Kamis, (4/2) membakar udara siang. Panasnya seolah mengimbas kepada diskusi kecil yang riuh rendah dengan silang pendapat. Simulasi pun berlanjut. Beberapa fasilitator yang berperan sebagai peserta menyampaikan pendapat sesuai dengan warna topi-nya. Kata akhir diperoleh. Contoh kasus tetap menggunakan kisah Anthony dan Cleopatra dengan beberapa perbaikan. Diskusi pun usai. Semua fasilitator yang tadi ramai bersilang pendapat asyik kembali dengan pekerjaan masing-masing. Sambil saling menimpaligurauan dan ledekan. Gelak tawa pun pecah memantul di dinding Troba. Sebelum akhirnya waktu shalat menghentikannya. Spirit of Fellowship Sekelumit kisah di atas merupakan potret yang terjadi menjelang Pelatihan Anshorman 6 tanggal 5-6 Februari 2008. Demikian kira-kira gambaran proses sharing membahas suatu topik untuk mendapatkan solusi yang tepat. Disampaikan secara lugas, diupayakan sejujurnya dan terbuka. Proses seperti ini menurut fisikawan David Bohm dikembangkan oleh Einstein dan para koleganya dari prinsip-prinsip filosof Yunani Kuno yang dipelopori oleh Socrates. Socrates menyebut prinsip-prinsip tersebut KOINONIA yang artinya Semangat Kemitraan/ Kolegial (spirit of fellowship). Semangat ini dibangun dengan mengadakan dialog. Kunci dialog menurut Socrates adalah bertukar ide tanpa harus mengubah pemikiran orang lain. Kemudian saling bertukar pikiran. Aturan dasar yang digariskan Socrates adalah jangan berdebat, memotong pembicaraan serta mendengarkan dengan baik. Lalu, perlu klarifikasi pemikiran anda. Untuk melakukannya anda harus menyadari asumsi yang melandasi pemikiran anda dan menguji asumsi tersebut. Contoh: Anda berasumsi rekan anda tidak kreatif maka anda cenderung meremehkan pendapat rekan anda tersebut. Yang terakhir adalah kejujuran. Katakan apa yang anda pikir walaupun kontroversial. Menurut David Bohm bila prinsip-prinsip ini diterapkan, maka cepat atau lambat akan muncul. Koinonia dapat membantu menghilangkan hambatan orang bekerjasama. Hasilnya adalah komunikasi yang efektif. Ide-ide mengalir dan kait mengkait seperti ide-ide cemerlang yang dihasilkan oleh Einstein dan kawan kawan. yang terbentuk mengarahkan personal-personal bekerjasama dan saling melengkapi. Tiap personal berupaya melaksanakan tugas dengan baik. Dalam pembagian tugas semua orang memiliki kesempatan sama dan diberi keleluasan mengaktulisasikan potensi yang dimilikinya. “Tantangannya adalah bagaimana kita bisa percaya penuh pada orang lain, bahwa ia mampu melaksanakan tugas dengan baik.” Urai salah seorang fasilitator. Karena itu, “Lead Pelatihan dibuat bergantian untuk masa enam bulan ke depan untuk memberikan kesempatan yang sama”. Papar Bang Arie. Pelaksana pelatihan disusun by Project, bukan organisasi yang tetap. Fifas, tidak ada bentuk organisasinya – dalam pengertian struktur organisasi yang umum dikenal - urai Bang Arie lebih lanjut. Kondisi ini dinilai tepat mewadahi semangat ubudiyah jamaah. Meski tanpa organisasi formal, ubudiyah berjalan dengan baik, tujuan tercapai dan mengakomodir dinamika kesurauan. Saat tujuan tercapai, wacana formalisasi organisasi tidak diperlukan. Karena agenda yang lebih penting adalah terjaganya KOINONIA. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|









