|
Ayat-Ayat Fitna - Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka - adalah sebuah buku yang ditulis oleh M.Quraish Shihab yang tentu saja tidak mendiskreditkan tentang islam, justru buku ini ditulis untuk meluruskan dari film Fitna yang pernah dipublikasikan di Jerman tempo lalu |
|
| detail |
| Ibu-Ibu Mendominasi Area Duduk Tabliq Akbar |
| Ditulis oleh Suyadi Yusuf | |
|
Ketua DPRD Kodia Depok, H.Naming Bothing datang pukul 08:45. Tak berselang lama Prof. Dr. H. Jamaan Nur memasuki tempat kehormatan. Beberapa menit kemudian Dr. Nur Mahmudi Ismail, Msc., Wali Kota beserta Muspida Depok datang. Alunan ayat suci Al Qur'an yang merdu memulai acara Tabliq Akbar. Ibu-ibu beserta anak-anaknya sudah memadati area duduk sejak pagi hari. Sambutan dari Surau Baitul Amin diwakili oleh Dr. H. Akhmad Qadri Ramadani, sekretaris Yayasan, beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran hadirin. Wali kota Depok dalam sambutannya berharap festival hajir marawis dapat mendorong warga Depok agar lebih mendalami dan paham bahasa Arab. Beliau berterima kasih kepada Yayasan Prof Dr. H. Kadirun Yahya yang telah mengokohkan kualitas umat Islam di Depok dan di Indonesia pada umumnya dengan tareqatullah. Penampilan pemenang lomba marawis, Al Awwabin membuat keadaan semakin semarak. Peserta tausiah terus mengalir memenuhi tenda cadangan. Namun masih banyak yang berdiri sampai dinding pagar surau. Kedatangan ustad Ahmad Al-Habsyi disambut ibu-ibu dengan antusias.. Da'i yang sering tampil di televisi swasta ini memang idola kaum ibu.
Prof. DR H. KH. Jamaan Nur, guru mewakili besar STAIN Bengkulu, menguraikan profil yayasan dan tareqatnya. Bahwa yayasan ini memayungi tareqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah. Yang di Indonesia terdapat 680 tempat sejenis, 14 tempat di Malaysia dan satu di Amerika serikat. Tausiah pertama seyogyanya oleh KH. Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan, tetapi beliau masih di perjalanan. Akhirnya ustad Ahmad Al Habsyi tampil dipanggung disambut meriah hadirin. Ustadz minta ijin pengunjung untuk turun dari panggung dan berdiri di depan peserta tausiah. Da'i ini cukup komunikatif dengan audiens. Bahasanya mudah diterima oleh kaum muda. Beliau memanggil dua anak kelas empat untuk memberikan kuis sekaligus menyampaikan pesan yang bermakna ke penonton.
Lima belas menit Sebelum Sholat Dzuhur, Habib luthfi, pimpinan perkumpulan tarikat-tarikat Muktabatah An-Nahdliyyah menyamypakain tausiah kedua. Beliau Duduk bersimpuh di panggung dan suara mantap berkarisma. Selang beberapa saat adzan Dzuhur berkumandang, berhentilah ceramah menunggu adzan berlalu. Penjelasan-penjelasan berikutnya adalah tentang tareqat. "kalau tanya politik, tanyalah ke caleg-caleg sana, tapi kalau tareqat tanyakan kepada saya," ujarnya. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


