|
Ditulis oleh Suyadi Yusuf
|
|
Ibu-Ibu mendominasi area duduk di karpet. Tenda yang luas dan megah dipenuhi ibu-ibu serta remaja putri sejak pagi. Mereka menduduki sepertiga area karpet, duduk rapi sebagian membawa anak-anaknya. Bagian kiri bentangan karpet di penuhi 900-an anak yatim piatu dari 21 yayasan anak yatim dan pondok pesantren yang biasa disantuni surau. Kaum bapak duduk secara berbaris di belakang deretan anak yatim. Suasana terlihat hangat dan meriah di hari Minggu (16/11) yang sangat cerah.
|
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
|
Sebutan marawis untuk kesenian islami yang kian populer ini berawal dari salah satu alat musiknya yang berbentuk seperti gendang yang hanya satu sisi bidang yang ditabuh. Sebenarnya, selain menggunakan marawis, alat musik tetabuhan lainnya yang digunakan adalah hajir atau gendang besar. Hajir ini memiliki diameter sekitar 45 Cm dan tinggi 60-70 Cm. Kesenian ini juga menggunakan dumbuk, sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, tamborin dan ditambah lagi dua potong kayu bulat berdiameter 10 Cm. |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
Persis sehari sebelum acara Tabligh Akbar, tepatnya Sabtu malam (15/11) pukul 19.30 – 23.30 WIB, Surau Baitul Amin Sawangan menggelar hiburan dengan mengadakan Kompetisi Marawis. Mengapa Marawis?
Menurut Pengurus III Surau Baitul Amin Sawangan H. Akhmad Syukran Bestari, SE, MMSi., lomba marawis ini bermula dari acara malam Peringatan Hari Kemerdekaan RI - 17 Agustus lalu. Saat itu ada sumbangan penampilan kelompok marawis dari ibu-ibu di sekitar surau, yang penampilannya sungguh mengesankan. ”Marawis musiknya dinamis, enak didengar, dan tak perlu banyak alat untuk dimainkan. Lagu-lagu yang disenandungkan syarat dengan tuntunan agama dan pujian terhadap Rasulullah.” ucap Bang Arie yang mengistilahkan marawis sebagai musik “user friendly”. |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Suyadi Yusuf
|
|
Senin pagi (1/12) pukul 02:45 telah diberangkatkan 36 orang calon haji dari Surau Baitul Amin menuju bandara Sukarno-Hatta menggunakan bus. Pagi jam enam sehari sebelumnya juga telah dikirim koper besar & troli mereka ke bandara untuk chek in bagasi oleh tim Anak Surau. Pemberangkatan dilepas oleh Pengurus Surau, Anak Surau, Jamaah, dan keluarga calon haji. Sesuai jadual, Insya Allah pesawat GA 984 akan take off meninggalkan Jakarta menuju Jeddah pada pukul 07:55.
|
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Jusron Faizal
|
|
Abu Bakar dilahirkan di Mekah dua setengah tahun setelah Tahun Gajah, atau lima puluh setengah tahun sebelum dimulainya Hijrah. Di masa pra-Islam dikenal sebagai Abul Kaab dan waktu masuk Islam Rasulullah memberinya nama Abdullah dengan gelar as-Shiddiq (Orang Terpercaya). Ia termasuk suku Quraisy dari Bani Taim, dan silsilah keturunannya sama dengan Nabi SAW, dari garis ke-7. Beliau meninggal pada 23 Agustus 634 dalam usia 63 tahun. |
|
detail
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 10 |