Skip to content

Surau Baitul Amin Sawangan

Kampus Artikel Komunitas Kontak
 

Informasi

Guna untuk saling melengkapi informasi alamat IOP/Pos Informasi dan melengkapi database alamat surau dan tempat wirid, kami selaku staff Kampus Baitul Amin ingin memohon bantuan tentang alamat surau yang diketahui di wilayah abang/kakak sekalian.

detail
 
Navigasi: Beranda
Kampus Baitul Amin
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/10
Sufi Thinking, Momen Untuk Berubah Wuzz... wuzz... Berubah! Bisa!! Tujuhpuluh dua peserta sufi thinking di Surau Baitul Amin bersama-sama menggerakkan tangan dan meneriakkan yel-yel itu dengan lantang. Berubah ke arah yang lebih baik adalah spirit dari pelatihan rutin ini untuk jamaah Pengikut Naqsyabandiah Khalidiah.
detail
 
Risalah
Dalam Lingkaran Syaikh Tarikat

Yayasan Prof. DR. Kadirun Yahya, M ScDi bawah kepemimpinan Sayyidi Syaikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya penyebaran Naqsyabandiyah Khalidiah begitu luas di Indonesia dan Malaysia, bahkan murid-muridnya ada yang berasal dari Amerika. Maka, untuk memudahkan pengorganisasian, terkait aktivitas sosial-kemasyarakatan, dibuatlah wadah yayasan yang diberi nama Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya. Sedangkan ajaran tarekat yang dikembangkannya, dipopulerkan oleh murid-muridnya sebagai Tarekat Naqsyabandiyah Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya.

 
Khazanah
Pencuri yang Tercuri Hatinya

Seorang pencuri memanjat tembok rumah Malik bin Dinar, menyelinap masuk, tapi ia tidak menemukan apapun yang pantas untuk dicuri. Sementara tuan rumah yang khusyuk melakukan shalat, memperpendek shalatnya karena merasa ada sesuatu yang mengganggu.

Kemudian Malik bin Dinar menoleh kearah pencuri itu. Sambil mengucapkan salam, ia berkata, “Semoga Allah memberimu taubat, engkau memasuki rumahku, tetapi engkau tidak menemukan sesuatu yang dapat engkau ambil. Namun aku tidak akan membiarkanmu keluar dengan sia-sia.”
Malik bin Dinar membawakan sebaskom air dan berkata kepadanya, “Ambillah air wudhu, lalu lakukan shalat 2 rakaat, niscaya engkau nanti akan keluar dengan membawa sesuatu yang lebih berharga daripada apa yang engkau cari ke sini!” Mendengar kata-kata dan ketulusan Malik bin Dinar, pencuri itu terharu lalu ia menjawab, “Baiklah. Aku jadi tersanjung.”
 
Profile
Pamit Berburu, Padahal Berguru

jamaan nurPada 12 - 14 Agustus 2009 lalu, petugas dari Surau Baitul Amin Sawangan yang terdiri dari Abang H. Abdul Mujib dan H. Rahmat Sihombing melakukan lawatan ke Bengkulu, untuk berdiskusi seputar tarekat dengan Prof. DR. H. Djamaan Nur, Guru Besar UIN Bengkulu dan penulis buku Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof. DR. H. Kadirun Yahya. Untuk mencatat hasil diskusi, Mozaik menugaskan Bambang Mulyantono dan Suyadi Yusuf menyertai lawatan tersebut. Di sela-sela waktu senggang diskusi, Mozaik mewawancarai Imam Masjid Bengkulu yang sempat menekuni hobi berburu dan main golf ini.

 
Kronik
Silaturrahim Menyongsong 2010

Diawali dengan doa, Abangnda H. Akhmad Syukran Bestari SE. MMSI, Pengurus Surau Baitul Amin mengucapkan selamat datang kepada  rombongan Jamaah Surau Dienul Amin dan Surau Baitul Amin X Bandung yang hadir sebagai peninjau.  Rapat tahunan yang dihadiri sekitar 70 orang peserta, terdiri dari Anshor dan Jamaah bertujuan untuk menginformasikan perkembangan Surau dan menyosialisasikan program kerja tahun depan. Silaturrahim diisi dengan pemaparan hasil kerja, rekomendasi dan program kerja oleh tiap bagian.

 
Kesederhanaan Abu Bakar As-Shiddiq
Ditulis oleh Suyadi Yusuf   

Abu Bakar dilahirkan di Mekah dua setengah tahun setelah Tahun Gajah, atau lima puluh setengah tahun sebelum dimulainya Hijrah. Di masa pra-Islam dikenal sebagai Abul Kaab dan waktu masuk Islam Rasulullah memberinya nama Abdullah dengan gelar as-Shiddiq (Orang Terpercaya). Ia termasuk suku Quraisy dari Bani Taim, dan silsilah keturunannya sama dengan Nabi SAW, dari garis ke-7. Beliau meninggal pada 23 Agustus 634 dalam usia 63 tahun.

Abu Bakar sering mengunjungi Nabi. Dan ketika turun wahyu ia sedang berada di Yaman untuk berdagang. Nabi bersabda, "Apabila saya menawarkan agama Islam kepada seseorang, biasanya orang itu menunjukan keragu-raguannya sebelum memeluk agama Islam. Tapi Abu Bakar suatu perkecualian. Dia memeluk agama Islam tanpa ada sedikit pun keragu-raguan pada dirinya".

 

Abu Bakar adalah seorang yang kaya raya, memiliki 40.000 dirham ketika masuk agama Islam tapi kemudian hanya tinggal 5.000 dirham saja waktu Hijrah. Madinah sebagai ibu kota Islam sangat rawan oleh musuh. Nabi menghimbau tentang perlunya dana untuk mempertahankan diri. Abu Bakar datang membawa hartanya. Rasulullah bertanya, "Apakah ada yang Anda tinggalkan untuk keturunan Anda?" Abu Bakar langsung menjawab, "Yang saya tinggalkan untuk anak-anak saya hanyalah Allah dan Rasul-Nya."

Ketika dipilih menjadi khalifah Islam yang pertama beliau berpidato di depan publik. "Saudara-saudara, sekarang aku telah terpilih sebagai Amir meskipun aku tidak lebih baik dari siapapun di antara kalian. Bantulah aku apabila aku berada di jalan yang benar, dan perbaikilah aku apabila aku berada di jalan yang salah. Kebenaran adalah suatu kepercayaan; kesalahan adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah diantara kalian akan menjadi kuat bersamaku sampai (Insya Allah) kebenaran terbukti, dan orang yang kuat diantara kalian akan menjadi lemah bersamaku sampai (Insya Allah) kuambil apa yang menjadi haknya. Patuhlah kepadaku sebagaimana aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika aku tidak mematuhi-Nya dan Rasul-Nya, janganlah sekali-kali kalian patuh kepadaku."

Khalifah ini tidak meninggalkan usaha dagangnya. Enam bulan pertama sejak ia menjabat khalifah, ia tetap menggotong lembar-lembar kain di atas pundaknya untuk dijual di pasar-pasar Madinah.

Ketika berjalan di Kota Madinah, ia mendengar seorang anak perempuan berkata, "Sekarang dia sudah menjadi khalifah, dan sejak saat ini dia tidak akan memerah susu kambing-kambing kita lagi." Sekejap itu dia menjawab, "Tidak anakku, tentu saja saya akan memerah susu sebagaimana biasanya. Saya harap dengan rahmat Allah, kedudukan saya tidak akan mengubah kerja sehari-hari saya." Sebelumnya beliau sudah biasa memerah susu kambing milik orang-orang di kampungnya.

Abu Bakar bertanya kepada petugas Baitul Mal, berapa jumlah yang telah ia ambil sebagai uang tunjangan. Kata petugas itu 6.000 dirham selama dua setengah tahun kekhalifahan. Lalu ia memerintahkan agar tanah miliknya dijual dan seluruh hasilnya diberikan kepada Baitul Mal. Lalu, seekor unta dan sepotong baju seharga seperempat rupee milik pribadinya ia amanatkan agar diberikan kepada khalifah yang baru setelah ia meninggal dunia. Ketika barang-barang tersebut dibawa kepada yang berhak, Umar yang baru saja menerima jabatan sebagai khalifah mengeluarkan air mata dan berkata, "Abu Bakar, engkau membuat tugas penggantimu menjadi sangat sulit."

Pada malam sebelum meninggal, Abu Bakar bertanya kepada putrinya, Aisyah, berapa jumlah kain yang digunakan sebagai kain kafan Nabi. Aisyah menjawab ’Tiga’. Seketika itu juga ia bilang bahwa dua lembar yang masih melekat dibadannya supaya dicuci, sedangkan satu lembar kekurangannya, yaitu lembar ketiga, boleh dibeli. Dengan berurai air mata Aisyah berkata bahwa dia tidaklah sedemikian miskinnya, sehingga tidak mampu membeli kain kafan untuk ayahnya. Khalifah menjawab, kain yang baru lebih berguna bagi orang yang hidup daripada orang yang meninggal.

(Disadur dari ’Hundred Great Muslims’, Jamil Ahmad, Lahore-Pakistan 1984)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

BA Login

Berita dan Informasi

Informasi
Kronik
Agenda

Mutiara Kata

Pahlawan bukanlah orang yang berani meletakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya adalah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah.

Nabi Muhammad SAW

Agenda

Pelatihan Sufi Thinking Pelatihan Sufi Thinking, dengan tema "bersama menggapai ridho Illahi". Peserta adalah Jamaah Surau yang bersedia berubah untuk menjadi lebih baik menuju akhlakul karimah.

[20 s/d 21 November 2010

Teropong

Apa yang ingin anda ketahui dari BaitulAmin.org
 

Salam

ada 9 tamu online

baitulamin

[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size