|
Ayat-Ayat Fitna - Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka - adalah sebuah buku yang ditulis oleh M.Quraish Shihab yang tentu saja tidak mendiskreditkan tentang islam, justru buku ini ditulis untuk meluruskan dari film Fitna yang pernah dipublikasikan di Jerman tempo lalu |
|
| detail |
| Membagi Waktu |
| Ditulis oleh Baitul Amin | |
|
Saat-saat tidak berperang bukan berarti saat beristirahat bagi Nabi. Beliau menetapkan sepertiga waktunya dalam sehari untuk beribadah, sepertiga untuk bekerja, dan sepertiga lagi untuk keluarganya. Bagian yang ketiga itu termasuk tidur dan makan. Sedangkan untuk beribadah, beliau banyak melakukannya di malam hari. Sebagai tambahan, antara salat isya’ dan subuh, Nabi dan para sahabatnya melaksanakan shalat sunnah. Al Quran juga menyebutkan supaya membaca ayat-ayatnya dan Nabi menganjurkan berbagai bacaan untuk bertobat dan bersyukur. Salat malam ditegaskan dalam wahyu yang pertama, namun hanya diterima kaum terkemuka secara spiritual. Madinah juga memiliki banyak kaum beriman awal yang terkemuka. Namun, penyebaran Islam yang yang cepat dalam beberapa tahun terakhir membuat kaum terkemuka itu menjadi minoritas, dan merekalah yang digolongkan sebagai ‘suatu kaum yang bersamamu’ dalam sebuah ayat yang diwahyukan untuk mengurangi kewajiban mereka berjaga sepanjang malam: Sesunguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua, atau sepertiganya dan demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang, Allah mengetahui bahwa engkau tak mampu menentukan batas-batas waktunya, maka Dia memberikan keringanan bagimu, karena itu bacalah ayat Quran yang mudah bagimu. (QS, 73 : 20) Walaupun demikian, para sahabat utama Nabi tetap banyak mendirikan shalat di malam hari. Nabi telah menyebutkan, sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang paling diberkati, seperti yang disebutkan dalam sabdanya: “Pada setiap sepertiga malam yang terakhir tiba, Tuhan kita – segala puji bagi-Nya – akan turun ke langit yang terdekat, dan Ia berfirman, ‘Barangsiapa bertanya kepada-Ku, maka akan Kujawab, barangsiapa berdo’a, maka akan Kukabulkan, barangsiapa memohon ampun, maka akan Kuampuni.” Diwahyukan pula mengenai waktu itu sebagai definisi orang-orang beriman: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa dengan penuh cemas dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki mereka yang kami berikan. Tak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka berupa berbagai kenikmatan yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS 32 ; 16-17) Dikutip dari buku : Muhammad; Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, Martin Lings (Abu Bakr Siraj al-Din), Penerbit Serambi (2007). |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
“Tidak ada waktu yang lebih baik selain sekarang untuk memulai hidup yang baik. Anda tidak perlu untuk menciptakan ulang kehidupan anda di waktu yang sudah lewat. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting anda memulai, jangan ditunda untuk besok.
”


