Skip to content

Surau Baitul Amin Sawangan

Kampus Artikel Komunitas Kontak
 

Informasi

Guna untuk saling melengkapi informasi alamat IOP/Pos Informasi dan melengkapi database alamat surau dan tempat wirid, kami selaku staff Kampus Baitul Amin ingin memohon bantuan tentang alamat surau yang diketahui di wilayah abang/kakak sekalian.

detail
 
Navigasi: Beranda arrow Artikel arrow Khazanah arrow Pencuri yang Tercuri Hatinya
Pencuri yang Tercuri Hatinya
Ditulis oleh Kak Mer   

Seorang pencuri memanjat tembok rumah Malik bin Dinar, menyelinap masuk, tapi ia tidak menemukan apapun yang pantas untuk dicuri. Sementara tuan rumah yang khusyuk melakukan shalat, memperpendek shalatnya karena merasa ada sesuatu yang mengganggu.

Kemudian Malik bin Dinar menoleh kearah pencuri itu. Sambil mengucapkan salam, ia berkata, “Semoga Allah memberimu taubat, engkau memasuki rumahku, tetapi engkau tidak menemukan sesuatu yang dapat engkau ambil. Namun aku tidak akan membiarkanmu keluar dengan sia-sia.”
Malik bin Dinar membawakan sebaskom air dan berkata kepadanya, “Ambillah air wudhu, lalu lakukan shalat 2 rakaat, niscaya engkau nanti akan keluar dengan membawa sesuatu yang lebih berharga daripada apa yang engkau cari ke sini!” Mendengar kata-kata dan ketulusan Malik bin Dinar, pencuri itu terharu lalu ia menjawab, “Baiklah. Aku jadi tersanjung.”

Pencuri itu berwudhu, lalu melakukan shalat 2 rakaat. Jiwanya tergetar luar biasa, dengan sopan ia minta pada Malik bin Dinar kalau boleh dia melakukan shalat  2  rakaat lagi.

pencuriBetapa nasihat Malik bin Dinar telah mengubah niat maling itu dalam sekejap. Dan Malik bin Dinar dengan tulus mengizinkannya, dan maling itu shalat terus sampai pagi hari.

“Sekarang pulanglah, dan baik-baiklah,” Malik bin Dinar berkata kepadanya. Ia menjawab, “Tuan, kalau engkau berkenan bolehkah aku tinggal bersamamu?  Aku berniat berpuasa hari ini jadi aku tak perlu menghabiskan makananmu.”

“Tentu, boleh saja, aku senang, tinggallah di sini selama engkau mau,” jawab Malik bin Dinar. Maka pencuri itu tinggal bersama Malik bin Dinar berhari-hari.  Dia bangun malam melakukan shalat sepanjang malam dan berpuasa pada siang harinya. Ketika hendak pulang dia berkata pada Malik bin Dinar, “Wahai Tuan Malik bin Dinar yang baik hati, aku telah berniat melakukan taubat.” Malik bin Dinar menjawab, “Itu ditangan Allah Azza wa Jalla.” Dan, maling itu benar bertaubat.  Dia tidak mau dan tidak pernah lagi mencuri.

Dalam perjalanan pulang ia bertemu dengan temannya maling lain yang ia kenal baik. Temannya bertanya padanya, “Lama benar engkau di rumah Malik bin Dinar, aku pikir kau pasti sudah mencuri harta karun di sana!”

“Saudaraku, aku menyelinap hendak mencurinya, tapi kenyataannya dia justru mencuriku, aku bertaubat pada Allah Azza wa Jalla, dan mulai sekarang aku akan lebih banyak berada dalam rumahku untuk mendapatkan dan menikmati apa-apa yang dikaruniakan Allah pada para Kekasih-Nya.”
Ia melangkah pulang dengan langkah tetap dan tegap. Pencuri yang pernah menjadi rekannya itu terbengong-bengong memandang sosok punggungnya dari belakang.  Subhanallah! (Kak Mer)

 
Berikutnya >
Advertisement

BA Login

Berita dan Informasi

Informasi
Kronik
Agenda

Mutiara Kata

Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan hidup untuk menerima sebanyak-banyaknya.

Laskar Pelangi
[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size