| Teman- Teman Yang Baik…, Di Surau Baitul Amin kita sekarang ada tempat main yang asyik buat teman- teman semua, namanya Kid’z Point Baitul Amin. Seru deh, di sana ada mainan banyak untuk main bersama dengan teman- teman kalian yang lain, tapi ingat ya.. walaupun lagi main seru… kita tetap harus jadi teman yang baik buat teman kita yang lain. | |
| detail |
| SILATURRAHIM DA'I Surau Baitul Amin |
| Ditulis oleh Suyadi Yusuf | |
|
"Da’wah adalah ajakan dengan lisan, tulisan, dan tingkah laku secara sadar dan terencana guna mempengaruhi manusia, individu, kelompok, komunitas agar timbul di dalam diri mereka pengertian, kesadaran, sikap, penghayatan, dan pengamalan Islam tanpa paksaan," demikian penjelasan DR. H. Asep Usman Ismail, M.A., dosen IAIN Syarif Hidayatullah dalam acara Silaturrahim Da'i Surau Baitul Amin, Sabtu (14/2). Mengambil judul MEMAHAMI DAKWAH SUFISTIK, DR. Asep mendapatkan kesempatan pertama untuk mempresentasikan materinya dihadapan 51 peserta yang berasal dari Sawangan / Jakarta, Jogja, Solo, Medan, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah. Menurut dosen bidang tasawuf ini, essensi dakwah yaitu kepedulian dan tanggung jawab terhadap sesama manusia tentang kebenaran, kebaikan dan kedamaian yang dibawa Islam. Ada dua ayat Al-Qur`an yang bisa dijadikan sandaran hukum berdakwah yaitu Surah Ali ‘Imran ayat 104 dan At-Taubah ayat 122. Beliau menjelaskan bahwa: "Dakwah sufistik adalah berdakwah yang berbasis pada kekuatan akal dan qalbu yang menjadi nilai dan prinsip tasawuf. Pertama, berbasis pada proses penyadaran diri sebagai hamba Allah. Kedua, berbasis pada program tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa). Ketiga, berbasis pada upaya berkelanjutan untuk taqarrub ila Allah (mendekatkan diri kepada Allah). Keempat, berbasis pada upaya berkelanjutan guna merasakan kehadiran Allah di dalam qalbu." "Selanjutnya, kelima, berbasis pada dakwah yang cerdas, ikhlas dan kerja keras (jihad). Keenam, memanusiakan manusia dengan menghargai manusia karena kemanusiaannya, bukan karena jabatan atau status sosialnya. Ketujuh, semua orang dipandang memiliki peluang yang sama untuk menerima cahaya dan menyadari dirinya sebagai hamba Allah. Kedelapan, merangkul tidak memukul; membimbing dengan kelembutan, cinta, dan keteladanan (uswah hasanah). Dan yang kesembilan, mendasarkan dakwah atas rahmah, bersikap persuasif, menghindari radikalitas dan egoistik, memilih maaf dan mengutamakan ampunan Allah, membuka dialog dan memiliki planning, serta bertawakal kepada Allah," demikian Bapak Asep menjelaskan. Silaturrahim ini akan berlangsung sampai Minggu (15/2), dengan agenda antara lain diskusi dan presentasi kelompok mengenai seputar tarekat dan amalannya. Bersamaan dengan acara ini, diselenggarakan pula Rakerda BKS DKI Jakarta dan Banten, Minggu (15/2). |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


