|
Bermula dari kegelisahan melihat pemberitaan di media massa yang membuat jengah dan menumpulkan nalar. kami menyaring dan mencari dimana sisi yang benar. |
|
| detail |
| Tiga Sekawan |
| Ditulis oleh Baitul Amin | |
|
Ini sebuah cerita lama yang mungkin kita semua sudah tahu, namun ingin saya ceritakan kembali agar kita teringat dan dapat memetik hikmahnya.
Dan ia pun mulai berdoa, "Ya Allah, aku mempunyai dua orang tua dan keluarga. Setiap hari aku memerah susu untuk kedua orang tuaku itu. Tetapi pada suatu hari setelah aku selesai memerah susu kedua orang tuaku tertidur. Anak-anakku meminta susu itu tapi aku menunggu sampai kedua orang tuaku bangun dan memberi susu itu kepada mereka untuk diminum dan mereka meminumnya. Setelah itu baru aku memberikan sisa susu untuk anak-anakku. Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mencari ridhoMu maka lepaskanlah kami dari kesulitan ini." Maka bergeserlah batu itu sedikit tapi belum dapat dilalui, hanya kelihatan celah kecil saja. Orang kedua tertunduk lama dan akhirnya diapun mengangkat kedua belah tangannya dan berdoa, "Ya Allah, aku mempunyai saudara sepupu seorang gadis cantik, tapi amat miskin, dia datang padaku memohon bantuan karena tidak ada lagi yang dapat mereka makan hari itu. Aku berkata kepadanya, "Aku akan memberimu uang dengan syarat kau harus mau berkencan denganku". Ia terkejut dan berkata, "Wahai hamba Allah, aku tidak halal bagimu, bertakwalah". Aku terguncang dan sambil berbalik aku berkata, "Ambillah uang ini dan pergilah. Ya Allah, jika aku melakukan itu karena aku mencari ridhoMu maka tolonglah kami, lapangkanlah kami." Batu itu bergerak dan celah itu melebar. Tapi tetap belum dapat dilalui manusia. Lalu, orang ketiga mengangkat kedua tangannya dan berkata, "Ya Allah, aku mempunyai banyak pekerja dan selalu membayar gaji mereka dan selalu membayar gaji mereka pada waktunya. Tapi seorang pekerja pergi sebelum mengambil gajinya. Maka gajinya kuinvestasikan dengan membeli seekor kambing sampai pada suatu hari dia datang padaku meminta gajinya. Aku membawanya ke padang rumput dan berkata kepadanya, "Semua binatang ternak yang di sana adalah gajimu. Semua kambing dan sapi itu." Dia marah dan berkata, "Kau menghina aku." Aku menjawab, "Demi Allah aku tidak menghinamu, dan memang benar itu semua gajimu." Lalu ia percaya dan mengambil semuanya tanpa menyisakan seekorpun untukku. "Ya Allah, jika aku melakukan itu karena aku mencari ridhomu maka lapangkanlah jalan kami, Ya Allah." Batu itu tergeser dan tiga sekawan itu dapat pulang ke rumah masing-masing. Hikmah dari cerita ini adalah keikhlasan semata mata untuk mencari ridho Allah. Semoga kita dapat berbuat seperti itu dalam gerak langkah kita agar dapat menjadi ibadah yang menolong kita di kemudian hari. Dikutip dari hadist shahih (HR. Bukhari dan Muslim) + Kak Mer |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


