Skip to content

Surau Baitul Amin Sawangan

Kampus Artikel Komunitas Kontak
 

Informasi

Guna untuk saling melengkapi informasi alamat IOP/Pos Informasi dan melengkapi database alamat surau dan tempat wirid, kami selaku staff Kampus Baitul Amin ingin memohon bantuan tentang alamat surau yang diketahui di wilayah abang/kakak sekalian.

detail
 
Navigasi: Beranda arrow Kronik arrow "Akhirnya kami mengenal Baitul Amin"
"Akhirnya kami mengenal Baitul Amin"
Ditulis oleh Suyadi Yusuf   

marawisJawaban itulah yang terangkum dari kesan-kesan tim marawis yang mengikuti lomba Festival Hajir Marawis tentang Surau Baitul Amin. "Mayoritas peserta  belum kenal Baitul Amin," kata Mbak Hilal dari IIQ Jakarta, salah satu peserta. Bahkan banyak diantara anggota tim yang mengetahui surau beberapa jam sebelum tampil.

Dari 15 tim marawis yang ikut lomba, 11 bisa dibilang belum pernah mendengar tentang Baitul Amin. Sedangkan dua tim dari Curug Sawangan dan Shifaul Kholbi dari Duren Mekar dekat dengan surau, serta tim perwakilan dari Baitul Amin, Brebes. Dalam bayangan peserta yang sama sekali belum tahu, Baitul Amin itu letak dan suasananya sepi. Namun gambaran itu berubah 180 derajat oleh sambutan panitia yang ramah serta pelayanan yang rapi.

marawisGrup marawis El Karisma dari Pancoran Mas, Depok mengawali perlombaan Festival hajir Marawi di Surau Baitul Amin.

"Inilah reprensentatif Islam, semuanya diatur rapi dan lingkungannya bersih, " ujar vokalis grup El Karisma dari Pancoran Mas, Depok. Tempat ini menurut tim Al Awwabin, yang menjuarai festival ini, terkesan mewah, enak, luas serta semuanya dipersiapkan secara rinci. Tim-tim ini juga bertanya-tanya tentang kegiatan surau Baitul Amin kepada sebagian panitia.

Lomba marawis sebenarnya adalah kegiatan pendamping karena acara pokoknya adalah tablig akbar. Namun dampaknya luar biasa, semua peserta ingin mengenal lebih jauh kegiatan surau, yaitu tarekat. Setelah melihat kondisi ini, mereka menyimpulkan ternyata tarekat di surau tidak eksklusif . Mereka mencontohkan bebas mengikuti sholat berjamaah. Bahkan ada beberapa peserta yang ingin bermain lagi ke surau di lain waktu. Salah satu anggota tim Murodiah menuturkan dirinya mendukung kegiatan tarekat.

timTim-tim yang membelakangi penonton menunggu giliran tampil.

Meskipun penyelenggaraan tergolong sukses, namuan beberapa peserta memberikan masukan. Masukan mayoritas peserta adalah agar Baitul Amin tetap menyelenggarakan festival ini, dengan peserta yang semakin banyak. Sebab biasanya festival diikuti oleh minimal 20 tim bahkan sampai 100 grup yang bisa memakan waktu dua hari.

Keberhasilan di atas adalah buah dari kerjasama seluruh panitia yang ingin membuat semua merasa senang. Salah satunya dalam bentuk pendaftaran gratis dan total hadiah enam juta rupiah.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

BA Login

Berita dan Informasi

Informasi
Kronik
Agenda

Mutiara Kata

Engkau bisa saja menghancurkan kuil ataupun mesjid, tetapi jangan sekali-kali menghancurkan kalbu yang mencintai Tuhan.

Bulhe Shah
[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size