|
Ayat-Ayat Fitna - Sekelumit Keadaban Islam di Tengah Purbasangka - adalah sebuah buku yang ditulis oleh M.Quraish Shihab yang tentu saja tidak mendiskreditkan tentang islam, justru buku ini ditulis untuk meluruskan dari film Fitna yang pernah dipublikasikan di Jerman tempo lalu |
|
| detail |
| Anshorman Berkelana Ke Negeri China |
| Ditulis oleh Machrus Muafi | |
|
Pelatihan untuk anak surau atau Anshorman yang diadakan tanggal 19 dan 20 Juli lalu bertemakan Leadership. China dipilih sebagai nuansa pelatihan, karena mempunyai banyak pemimpin besar di masa lalu. Ciri khas Anshorman adalah pelatihan dengan konsep yang selalu baru, pada pelatihan Anshorman yang ketujuh kalinya ini, hampir tidak ada aktivitas fisik. Fokusnya pada pikiran dan strategi. Ruang pelatihan Kampus baitul Amin Sawangan Sabtu (19/08) lalu seakan-akan menjadi tempat pelatihan kungfu, lampion warna merah, pedang dan tombak meskipun tak asli tertata apik di sudut ruangan. Gambar dua naga besar menutupi sebidang tembok. Nuansa China dipilih untuk pelatihan Anshorman 7 dengan pertimbangan China adalah negeri besar dengan banyak pemimpin besar di masa lalu. Kaisar yang menyatukan ratusan bahkan ribuan negara di China menjadi inspirasi untuk sosok pemimpin. Pengurus Surau Baitul Amin Sawangan, H Akhmad Syukran Bestari, SE, MMSI atau lebih dikenal Bang Arie, membuka pelatihan ini. Setelah pembukaan, pembentukan kelompukpun dimulai, tidak seperti biasa, pembentukan kelompok di pelatihan ini yanga pertama adalah pendaftaran pemimpin. Enam anak surau yang ingin jadi pemimpin kelompok dipersilahkan maju, berkampanye dan memilih anggotanya. Terbentuk enam kelompok dengan nama-nama kerajaan di China sebelum punya kaisar pertama. Sesi pertama bukan materi, melainkan menonton film. Tiap dua kelompok dipersilahkan memilih satu diantara tiga film, yaitu Godfather 1, We were soldier dan Ocean Eleven. Tiga film ini mewakili tiga aliran besar dalam kepemimpinan yaitu Authoritarian, Parcitipative atau Democratic dan Delegative. Setelah menonton para Anshor yang bergaya china dengan topi china dan kepangan, menganalisis gaya kepemimpinan di film-film itu. Salah seorang lead pelatihan sekaligus pemateri yang datang jauh dari Qatar, Nur Kholis atau lebih sering dipanggil Cak Joyo kemudian menjelaskan konsep kepemimpinan. Menurut Cak Joyo tiga aliran kepemimpinan mempunyai plus minus. Kepemimpinan yang tepat menurut Cak Joyo adalah kepemimpinan situasional. " Menggunakan gaya yg kepemimpinan tepat dan benar pada situasinya," kata dia. Hari kedua dibuka dengan materi time management oleh Dyah Agustine, atau Kak Mancoeng yang berduet dengan Cak Joyo. Pada sesi ini Kak Mancoeng menekankan pada pemanfaatn waktu seefektif mungkin. Cak Joyo menambahkan dengan konsep Kuadran dengan pilihan di vertikal Urgent- tidak urgent dan horizontalnya adalah penting-tidak penting. Kemudian dilanjutkan dengan game. Jika di pelatihan anshorman sebelumnya game dilakukan secara fisik, kali ini berbeda. Sekarang pikiran yang diperas, para peserta main game komputer dengan skenario yang telah ditentukan. Target mereka menjadi kaisar dengan menguasai banyak negara dan benua. Agus Suryana, anshor senior,berkomentar "Pelatihan ini betul-betul menguras pikiran, tidak seperti pelatihan sebelumnya. Kami dituntut untuk memakai analisis dan strategi yang tepat." Saat penutupan pelatihan yang diawali dengan arak-arakan Barongsai, Bang Arie dihadapan Anshor, Federasi Fasilitator Sawangan (Fifas) dan Anshor Gadungan (Asgad) berpesan "Pelatihan ini dibuat agar kita siap menghadapi masa depan. Sebab siapa lagi kalau bukan kita semua yang akan meneruskan tarekat ini." |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|









