Skip to content

Surau Baitul Amin Sawangan

Kampus Artikel Komunitas Kontak
 

Informasi

Bermula dari kegelisahan melihat pemberitaan di media massa yang membuat jengah dan menumpulkan nalar. kami menyaring dan mencari dimana sisi yang benar.

detail
 
Navigasi: Beranda arrow Artikel arrow Berita & Agenda arrow Bukan Tak Bermakna Memakai Baju Putih
Bukan Tak Bermakna Memakai Baju Putih
Ditulis oleh sartono tono   
Jamaah Pria

Gema takbir, tahmid dan tahlil berkumandang dari ruang sholat utama di Surau Baitul Amin, pagi itu sekitar pukul 06.15 Wib dari berbagai arah terlihat jamaah menuju tempat sumber suara, mereka akan mengikuti sholat Idul Adha berjamaah 10 Dzulhijah 1429 H yang sesuai dengan ketetapan pemerintah jatuh pada hari Senin 08 Desember 2008, di dalam ruang Sholat sudah berjajar rapi sekitar 400 jamaah yang mengikuti pelaksanaan I'tikaf Idul Adha.

Peristiwa Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih Nabi Ismail adalah suatu pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia, Nabi Ibrahim as, setelah pasrah penuh dan dengan kesucian hati patuh kepada perintah Allah, maka Allah memberikannya rizki berupa kambing kurban. Kita, kaum muslim jika mengikuti langkah Nabi Ibrahim di atas, niscaya akan mendapatkan rizki yang melimpah juga, seperti kesehatan, kemudahan, kelancaran dalam urusan-urusan, anak yang sholeh, keberhasilan studi, kemudahan-kemudahan yang tiada terduga dan lain-lainnya. Dengan sikap pasrah terhadap perintah Allah, akhirnya Nabi Ibrahim menjadi panutan umat sepanjang zaman.

Bang Dhany Menumandangkan adzan


Kesucian dan Kebersihan Qalbu Nabi Ibrahim memegang peranaan penting dan utama dalam berubungan  dengan ALLAH, Semua umat Islam di dunia menginginkan bisa berhubungan dengan Tuhannya tak terkecuali kita yang pada hari ini dengan memakai baju yang mayoritas serba putih mengikuti Sholat Iedul Adha di Surau Baitul Amin menginginkan dengan bimbingan Sang Guru Mursid dapat mencapai kebersihan hati terbukanya Hijab yang selama ini menutupi hati manusia berhubungan dengan Tuhanya.

Hari raya Idul Adha juga merupakan hari raya istimewa karena dua ibadah agung dilaksanakan pada hari raya ini yang jatuh di penghujung tahun hijriyah, yaitu ibadah Haji dan ibadah Qurban. Kedua-duanya disebut oleh Al-Qur’an sebagai salah satu dari syi’ar-syi’ar Allah SWT yang harus dihormati dan diagungkan oleh hamba-hambaNya. Bahkan mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah merupakan pertanda dan bukti akan ketaqwaan seseorang seperti yang ditegaskan dalam firmanNya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”. (Al-Hajj: 33).


Peristiwa besar dan berani dalam sejarah kehidupan manusia ini berlandas pada, keihlasan, keberanian,  kebenaran, kejujuran, yang di dasari dari keimanan, ketaqwaan, kesabaran dan ahklak yang baik, dari peristiwa Nabi Ibrahim ini dapat kita lihat keberhasilan seorang bapak dalam mendidik anaknya untuk berpegang teguh pada nilai-nilai tauhid, ketaatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

BA Login

Berita dan Informasi

Informasi
Kronik
Agenda

Mutiara Kata

Tuhan memberi kita satu lidah, akan tetapi memberi kita dua telinga. Agar supaya kita lebih banyak dua kali mendengar daripada berbicara.

La Rouchefoucauld
[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size