|
Adalah perangkat (tools) yang disediakan pada browser yang anda miliki, bisa menggunakan Mozilla atau lainnya. Fungsinya adalah memudahkan anda untuk mengetahui informasi terbaru tentang kegiatan dan aktifitas Surau Baitul Amin. |
|
| detail |
Artikel
Berita & Agenda
Indahnya Silaturrahim dan Taushiyah Bersama | Indahnya Silaturrahim dan Taushiyah Bersama |
| Ditulis oleh rahman hidajat | |
|
Banyak teladan Rasulullah SAW tentang pentingnya menjalin silaturrahim. Silaturrahim yang indah adalah yang membawa kebaikan . Untuk itu Majelis Qur'an Surau Baitul Amin bersama-sama Majelis Ta'lim lingkungan sekitar Surau Baitul Amin mengadakan Silaturrahim bertajuk Taushiyah Bersama. Silaturrahim ini adalah untuk kali yang kedua. Adapun topik yang menjadi pokok bahasan dalam Taushiyah kali ini adalah Bergunjing itu Perbuatan Dosa. Selamat DatangTidak biasanya, Auditorium Surau Baitul Amin hari ini ramai oleh kaum ibu . Hari ini, Sabtu 31 Mei 2008 diselenggarakan Taushiyah Bersama oleh Majelis Qur'an Surau Baitul Amin (MQSBA). Selain kaum ibu dari MQSBA, silaturrahim dihadiri oleh ibu-ibu Majelis Ta'lim di lingkungan sekitar Surau Baitul Amin. Ruang Auditorium semarak oleh kehadiran sekitar 500 ibu-ibu berasal dari lima Majelis Ta'lim Kaum Ibu. Taushiyah Bersama ini telah menjadi agenda tiga bulanan Pengurus Surau Baitul Amin. Pada penyelenggaraan kedua ini Majelis Ta'lim yang diundang lebih banyak. Acara dibuka dengan pembacaan Kalam Illahi oleh Ustadz Jamaluddin, anshor Surau Baitul Amin yang sehari-hari bertygas di bagian Per-amalan. Suasana sahdu mengiringi pembacaan ayat-ayat suci Al Quran. Kemudian dilanjutkan dengan saritilawah oleh Risani Pertiwi, yang juga anshor Surau Baitul Amin. Mewakili MQSBA, Kak Nur Qolby Ridhoyani, S.Ag mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran ibu-ibu dalam acara Taushiyah ini. Untuk lebih mengenalkan Surau kepada hadirat, Ab. Drs. Fathurrahman Effendi mewakili Pengurus dan Anshor Baitul Amin menyampaikan sekapur sirih tentang apa itu Surau dan siapa itu Anshor. Surau adalah tempat beribadah dan berdzikir yang dirawat serta dijaga oleh para Anshor agar senantiasa bersih, tertib dan nyaman untuk beribadah. Sedangkan Anshor adalah jamaah yang didasari oleh niat ikhlas mengabdikan diri menjaga Surau dan membantu jamaah dalam beribadah. Indahnya SilaturrahmiUmmat Muslim diperintahkan untuk saling memberi taushiyah. Saling memberi nasehat tentang kebaikan dan kesabaran dalam bingkai persaudaraan. Untuk itu sangat perlu ditumbuhkan saling pengertian. Saling pengertian akan tumbuh, jika dalam diri sendiri selalu dipupuk dan ditumbuhkembangkan semangat untuk mengerti dan memahami orang lain. Seperti dijelaskan dalam hukum ketertarikan (The Law of Attraction), untuk mengajak orang lain agar mengerti diri kita maka kita harus terlebih dulu aktif memahami dan mengerti diri orang lain. Dalam proses berempati tersebut diperlukan kesadaran untuk senantiasa rendah hati, selalu sedia mendengar dan bersikap simpatik. Kerendahhatian dan perilaku yang baik menjadi gerbang tumbuhnya saling pengertian. Sebab melalui sikap demikian, orang lain akan tergerak membuka pintu pengertiannya bagi diri kita, sehingga dialog saling memahami terjadi. Sikap tertutup dan kurang bersedia memahami orang lain merupakan sisi lain dari tinggi hati. Sikap-sikap demikian dapat memunculkan prasangka tak baik dan salah pengertian yang pada gilirannya hanya akan menimbulkan kerugian semata. Bagaimana kita bersikap kepada orang lain, maka sikap seperti itulah yang akan kembali pada kita. Seperti cermin, yang memantulkan bayangan yang sama. Jika pengertian dan kebaikan yang disemai, maka kebaikan dan pengertian pula yang akan dituai. Kiranya sudah saatnya sikap memahami menjadi bekal dalam berinteraksi dengan orang lain. Silaturrahim yang disertai dengan taushiyah bersama menjadi media mengembangkan sikap terbuka, mudah mengerti dan berempati. Sebuah sikap positif yang akan menarik sikap-sikap positif dan menepikan prasangka negatif. Semua dimulai dari upaya introspeksi, dan bersama-sama terus berinteraksi dalam semangat memberi. Oleh karena itu, sangat tepat bila dalam taushiyah, topik yang dibahas adalah tentang bergunjing. Hindari BergunjingAcara silaturrahmi diisi pula dengan taushiyah yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Encep Hidayat dari Lembaga Pengkajian Islam. "Bahwa bila kita menggunjingkan orang lain, itu ibarat kita memakan bangkai saudara sendiri. Dan niscaya di akhirat nanti kita akan menjadi orang yang bangkrut. Kenapa? Karena pahala yang telah susah payah kita kumpulkan harus diberikan kepada orang kita gunjingkan." Demikian antara lain disampaikan oleh Ustadz Encep dalam taushiyahnya. "Nah apabila pahala yang kita miliki tidak mencukupi, maka dosa orang yang digunjingkan akan dipindahkan pada kita". Lanjut Ustadz Encep menekankan kerugian akibat bergunjing. Oleh karena itu, penting sekali kita saling bersilaturrahim. Menurut Ustadz Encep dengan silaturrahim kita akan saling mengenal dan saling menyayangi, sehingga kita tidak akan menggunjingkan kawan yang kita sayangi tersebut. Setelah taushiyah berakhir, acara ditutup dengan doa oleh K.H Suhandi Yahya. Selepas doa usai, sambil beramah tamah, undangan dipersilahkan mencicipi hidangan yang telah disediakan. Sebagai kenang-kenangan, kepada setiap undangan dibagikan Buletin Mozaik Surau. Buletin bulanan yang berisi informasi tentang aktivitas di Surau Baitul Amin Sawangan. [rhay] |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|









