|
Adalah perangkat (tools) yang disediakan pada browser yang anda miliki, bisa menggunakan Mozilla atau lainnya. Fungsinya adalah memudahkan anda untuk mengetahui informasi terbaru tentang kegiatan dan aktifitas Surau Baitul Amin. |
|
| detail |
| Kerja Bareng Tiada Pamrih, Sebuah Catatan Di Balik Tabligh Akbar |
| Ditulis oleh machrus muafi | |
|
Tak ada elemen surau yang tertinggal dalam cara ini, meskipun tidak ada imbalan materi. Semua mengambil porsi apa yang bisa dilakukan agar ikut andil dalam acara ini. Mulai dari pencarian pembicara, penyiapan undangan, publikasi, penggarapan panggung, penerima tamu dan banyak lagi. Bahkan para jamaah Baitul Amin juga meskipun tidak masuk dalam kepanitiaan juga ambil bagian. Salah satu contohnya adalah jamaah yeng mempunyai mobil dengan senang hati ditempeli poster acara. Dari depan Troba,markas FIFAS, tampak megah tenda utama yang siap menjadi arena tampil Kompetisi Marawis dan panggung tabligh. Karpet tempat para tamu akan duduk telah digelar, sistem suara telah siap saat 15 kelompok Marawis peserta kompetisi berdatangan. Mereka mempersiapkan kostum dan berlatih terakhir kali sebelum beradu menampilkan dendang Marawis dihadapan ratusan penonton dan dewan juri.
Persiapan dan Gladi Resik menjelang Acara Puncak Sore ini, semua tampak begitu berseri dan indah. Meskipun gerimis membasahi tanah, mendinginkan panitia yang sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Persiapan tiga bulan akan diuji. Meskipun sejak sabtu pagi wilayah Sawangan air tak behenti turun dari atas. Menjelang malam hujan reda, namun puluhan panitia dengan sigap membersihkan lapangan, agar karpet bisa digelar. Pukul delapan malam lebih empat menit, Festival Marawis Baitul Amin digelar. 1500-an orang penonton memadati lapangan di festival Marawis. Peserta juga tak kalah hebohnya. Mereka terkesan dengan sambutan panitia dan suasana di Baitul Amin. Hari Minggu, acara tabligh akbar tak kalah meriah. Hampir 5000 orang hadir menyimak tausyiah. Mayoritas ada masyarakat umum di luar komunitas tarekat. Bahkan Walikota Depok Nurmahmudi Ismail juga tampak duduk di kursi undangan. Prof. DR KH. Djamaan Nur dari Bengkulu mulai menghangatkan suasana dengan penjelasan Muslim Kaffah. Lalu dengan gayanya yang menghibur Ustadz Ahmad Al Habsyi tampil. Acara ini diakhiri dengan tausyiah dari Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, Rois 'Am organisasi tarekat di bawah NU itu menuturkan betapa berharganya bertarekat. Selepas acara sebagian besar panitia berkumpul dengan pengurus III Surau Baitul Amin, H. Akhmad Syukran Bestari, SE, MMSi, di bawah tenda yang akan dibereskan. Meskipuan banyak terlihat wajah lelah, namun hampir semua orang tersenyum. Bang Arie, panggilan akrab beliau, berkali-kali mengucapkan terima kasih karena acara berlangsung lancar. Semua panitia hanya bisa menundukkan kepala, sebab Bang Arielah yang mempunyai ide Tabligh Akbar dan Festival dan mewujudkannya. Menjelang pertemuan usai, Bang Arie sembari tersenyum berkata “Terima kasih sekali lagi. Dan saya harap abang dan kakak juga siap untuk tabligh akbar di tahun depan.” (Reza/Navyk) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


