Skip to content

Surau Baitul Amin Sawangan

Kampus Artikel Komunitas Kontak
 

Informasi

Teman- Teman Yang Baik…, Di Surau Baitul Amin kita sekarang ada tempat main yang asyik buat teman- teman semua, namanya Kid’z Point Baitul Amin. Seru deh, di sana ada mainan banyak untuk main bersama dengan teman- teman kalian yang lain, tapi ingat ya.. walaupun lagi main seru… kita tetap harus jadi teman yang baik buat teman kita yang lain.
detail
 
Navigasi: Beranda arrow Artikel arrow Berita & Agenda arrow Membangun Keluarga Unggul Berdasarkan Al-Quran dan Hadist
Membangun Keluarga Unggul Berdasarkan Al-Quran dan Hadist
Ditulis oleh Jusron Faizal   

Keluarga UnggulPelatihan yang diselenggarakan pada Ahad, 6 September 2009 lalu dimaksudkan mendudukkan kembali bagaimana konsep keluarga unggul berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist. Diikuti oleh pasangan suami-istri dari ikhwan Surau Baitul Amin, dengan usia perkawinan mulai kisaran 1- 20 tahun. Dalam pelatihan ini peserta diminta benar-benar terbuka dan saling berbagi pengalaman tentang berumah tangga mereka.

Konsep pelatihan tentang rumah tangga (Parenting) kali ini adalah bagaimana seorang suami bisa menjadi imam dalam rumah tangganya, dan bagaimana dalam sebuah rumah tangga bisa saling mendukung untuk kehidupan di dunia serta meningkatkan peribadatan kepada Allah SWT. Demikian yang disampaikan Ade Chito Mansyur selaku Ketua Pelaksana pelatihan.

Di ruang lain, anak-anak dari para peserta sedang berlatih menari – gerakan Tari Saman dengan lantunan Sholawat. Sekitar 15 orang putra-putri berlatih serius untuk pementasan dalam penutupan pelatihan. Terlihat bahwa masing masing anggota keluarga memiliki kegiatan sendiri-sendiri yang tidak saling mengganggu, tetapi justru saling mendukung.

Kuis keluarga

Keluarga UnggulPeserta Parenting berjumlah 30 pasangan suami-istri sehingga total peserta pelatihan `60 orang. Mereka secara seksama mengikuti pelatihan ini, kendati bulan puasa mereka tidak merasa lelah atau bosan. Karena selain bentuknya ceramah dan diskusi mereka juga bermain Kuis Keluarga. Ada sejumlah pertanyaan yang diberikan kepada pasangan suami-istri, yang jawabannya harus serasi antara suami dan istri.

Diantara pertanyaan-pertanyaan itu misalnya tentang makanan kesukaan suami, lagu favorit istri, tanggal perkawinan, hobi suami dan lain sebagainya. Sebagai misal, ketika Kak Rani, istri dari Bang Deni Syahbani menjawab makanan kesukaan sang suami adalah ‘Teri Kacang Balado’, ternyata Bang Deni sendiri menjawab ‘Buah’. Jawaban ini kontan mendapat respon yang riuh.

Dari sesi ke sesi memang diusahakan agar para peserta bisa saling menggali dan memahami tentang kehidupan rumah tangga masing masing. Tentang perbedaan cara pandang dan hambatan komunikasi antar suami-istri, diungkap dalam sesi diskusi kelompok kecil. Masalah yang sering muncul dalam keluarga pada umumnya tentang waktu dan kebersamaan. Rata-rata masih suka jika suaminya ‘selalu’ ada di rumah menemani istri dan keluarganya. Hal inilah yang banyak menjadi pembahasan di masing masing kelompok. Menarik sekali diskusi kelompok ini karena masing masing keluarga memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyikapi kebersamaan dengan keluarganya.

Drs. Hana Djumhana Bastaman M.Psi., psikolog Universitas Indonesia dalam ceramahnya mengatakan, kesetaraan suami dan istri dalam keluarga Islam, adalah kesetaraan yang berlandaskan iman. Pemimpin keluarga adalah laki-laki/suami, kaum laki-laki/suami berfungsi melindungi kaum wanita/istri. “Walaupun status sosial lebih rendah dari istri dan kondisinya sedang tidak bekerja – misalnya, suami harus tetap diposisikan sebagai imam,” tegas Bang Hana.  

Tentang karakteristik keluarga sakinah, menurut Bang Hana, sesungguhnya tidak berbeda dengan keluarga muslim lainnya, sama-sama tenang, tentram dan bahagia, akrab, hangat dan terbuka, kebersihan dan keserasian rumah dan kerapihan pribadi, penampilan, beramal sholeh, akhlak mulia, bahkan mungkin mereka tidak sadar bahwa keluarga mereka sakinah.

Laki laki dan perempuan berbeda

“Kesamaan laki-laki dan perempuan ketika sebelum menikah cuma seperdelapan saja, sisanya adalah kemandirian dan merupakan ruang yang berbeda sama sekali antara pria dan wanita. Perbedaan atau kemandiriannya bahkan bisa diwakili dengan istilah ‘gue banget.’ Jadi sangatlah tidak tepat jika harus dipaksakan untuk sama antara suami dan istri – katakanlah agar sejalan atau sepemikiran, karena yang akan terjadi adalah kegagalan,” demikian yang disampaikan Ketua Yayasan dalam tausiyah-nya melalui rekaman video tentang Keluarga Unggul. Menurut Beliau, kehidupan keluarga yang harmonis adalah keluarga yang masing-masing anggota keluarganya menjaga kemandirian masing-masing atau ‘gue banget’, dan dimana anggota keluarga merasa nyaman dan beraktifitas sesuai dengan fitrahnya.

Misalnya, seorang suami yang senang dengan kegiatan olahraganya, istrinya tekun dengan sulamannya, anak-anaknya aktif dengan organisasi dan hobinya. Mereka merasa bahagia dengan keberadaan dan aktifitasnya. “Istri-istri di rumah tangga bahagia adalah istri yang bersyukur dan bukan istri yang mengeluh. Karena dengan bersyukur kehidupan rumah tangga bisa berjalan lebih baik. Dan jika ingin kehidupan yang lebih baik maka ganti dulu pola pikir bahwa dengan bersyukur kehidupan akan menjadi lebih baik,” tegas Ketua Yayasan.

Laki-laki jangan semena-mena

Meskipun dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 34 ditegaskan, bahwa laki laki adalah pemimpin keluarga, tapi laki-laki janganlah semena-mena. Bahkan di Al-Qur’an disebutkan tentang ciri wanita yang saleh diantaranya memelihara rahasia suaminya. Hal ini disampaikan oleh H. Akhmad Syukran Bestari, SE.MMSI. saat memberikan ceramah dalam acara ini.

Lebih lanjut, beliau berpesan agar masing-masing tetap yakin dan percaya bahwa Tuhan ada, karena Tuhan selalu melihat.  “Teruslah menjaga agar menjadi orang baik, senantiasa bersyukur, dan apapun yang dikerjakan oleh suami istri, sesuaikan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Oleh karena itu untuk para suami hendaknya bisa mendidik keluarganya dengan ibadah yang benar. Berdiri dulu di jalan yang benar. Karena rujukannya adalah, semua Nabi selalu menceritakan tentang ibadah,” tegas Bang Arie, panggilan akrab bagi beliau.

Setelah ditutup dengan do’a dan bersalam-salaman, seluruh peserta dan panitia bersama sama sholat maghrib dan buka puasa bersama.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

BA Login

Berita dan Informasi

Informasi
Kronik
Agenda

Mutiara Kata

Jangan segan untuk mengulurkan tangan anda. Tetapi, jangan anda enggan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada anda.

Pope Jhon XXIII
[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size