| Teman- Teman Yang Baik…, Di Surau Baitul Amin kita sekarang ada tempat main yang asyik buat teman- teman semua, namanya Kid’z Point Baitul Amin. Seru deh, di sana ada mainan banyak untuk main bersama dengan teman- teman kalian yang lain, tapi ingat ya.. walaupun lagi main seru… kita tetap harus jadi teman yang baik buat teman kita yang lain. | |
| detail |
| Sepenggal Petang dan Perubahan Menjelang |
| Ditulis oleh Baitul Amin | |||
|
Sabtu petang di SawanganMendung tebal menggantung. Semilir angin mengandung uap air menebarkan hawa dingin. Seakan mengabarkan bahwa sebentar lagi bakal turun hujan. Sharing tentang Keteladanan Rasulullah yang disampaikan Bang Udy Erlangga baru saja usai. Kini, peserta Sufi Thinking Reguler sedang mengisi lembar evaluasi. Sesi-sesi Pelatihan Sufi Thinking Reguler hari pertama hampir berakhir. Pelatihan yang diselenggarakan tanggal 5 dan 6 April 2008 ini diikuti 72 peserta dari berbagai daerah. Pembukaan oleh Bang Dhany dan Perkenalan Fasilitator kepada Peserta
Di lapangan futsal, Anshor dan Asgad sibuk memasang tenda, mengangkut meja dan kursi untuk Review of the Day nanti malam. Menjelang malam, awan menipis. Fasilitator masih berkutat menyiapkan acara. Review of the Day dengan sisipan Performance dari peserta dan fasilitator serta ramah-tamah dalam siraman cahaya api unggun. Setelah selesai mengisi lembar evaluasi, peserta meninggalkan ruangan. Fasilitator berkumpul melingkar sharing evaluasi hari pertama. Bang Reza memulai dengan permintaan maaf, karena di acara pembukaan dia gemetar. Skrip yang ia hafalkan berhari-hari satu pun tidak ada yang keluar. Pengakuan polos Bang Reza yang baru pertama kali menjadi lead mengundang senyum yang hadir. Karena bukan hanya dia yang merasakan demam ’baru pertama kali’. Bang Billy pun yang biasanya jadi fotografer dan kali ini didaulat jadi ice breaker, mengaku awalnya juga gemetar. Memang semua terus berproses belajar. Baik peserta maupun fasilitator.
Suasana Pelatihan yang terlihat santai tapi tidak mengabaikan keseriusan menyimak materi Evaluasi ditutup dengan pembagian peran untuk tampil dalam acara perfomance. Performance akan menyajikan drama adaptasi film Ayat-ayat Cinta. Drama dipilih sebagai media menyampaikan pesan nilai-nilai kebaikan. Menjelang senja evaluasi berakhir. Hujan dan TantanganSejak awal, pembukaan Review of The Day Tim dilaksanakan ala teleconference dari Medan. Mengingat Bang Arie sedang berada di Medan. Medianya memanfaatkan teknologi internet. Namun kenyataan berbicara lain. Sinyal wifilemah sekali. Akhirnya rencana kedua dilaksanakan. Teleconference dilakukan lewat handphone dengan suara yang dibantu mikropon. Slide Review oh the Day sudah siap ditampilkan di infocus. Sementara print out notulensi sudah di tangan Mas Bam. ![]() Mas Bambs, yang bertugas untuk mereview acara rela berhujan-hujan dengan payung Seluruh peserta sudah duduk di kursi menurut kafilah-kafilahnya. Fasilitator juga sudah berkumpul. Bang Sartono, maju ke tengah arena. Untuk memulai acara ia diberi kode oleh Tim TC. Begitu kode siap diberikan, Bang Sartono membuka acara.Tak berapa lama gerimis kecil mulai menetes satu per satu. Beberapa saat kemudian terdengar sambungan telpon dengan Bang Arie, awalnya suara tidak begitu jelas, setelah diperbaiki letak mikroponnya lamat-lamat terdengar : “ ...silahkan acara diteruskan”. Lalu didahului mengucap Basmalah, Bang Arie menyalakan api unggun secara remote dari Medan.. Bang Sartono mempersilakan Mas Bam me-review pelatihan hari pertama. Namun gerimis makin menderas lalu berubah menjadi hujan kecil. Mas Bam maju ke depan siap melakukan Review. Tanpa catatan notulen karena tangan kanan menggenggam mikropon dan tangan kiri memegang payung. Tak dinyana, angin berhembus kencang menghempas layar lebar infocus hingga roboh. Meski demikian, Mas Bam tetap ke depan memberi salam dan memulai review. Sejenak Mas Bam menoleh ke layar dengan harapan slide sudah bisa disajikan. Ternyata layar telah digulung. Wah, harus lanjut tanpa slide ini, pikir Mas Bam. ”Baik, Mari kita mulai me-review apa yang kita laksanakan sejak seharian tadi. Di pembukaan Bang Dhani mengisyaratkan perlunya perubahan dengan menyampaikan ungkapan-ungkapan baik dari hadist atau orang bijak yang mensyaratkan perlunya perubahan pada diri kita agar tidak tergilas zaman.” Papar Mas Bam. Tanpa disadari Mas Bam, mikropon ditangannya telah mati. Bang Agus sambil memberi kode time out agar review disudahi. Mas Bam mendekat, ternyata mikropon harus dimatikan, karena mixer telah kebasahan air hujan.. Acara dilanjutkan dengan performance dari tiap kafilah. Hingga acara usai hujan masih setia menemani. Ingin menjadi baikHari kedua diawali dengan mendengarkan fatwa tentang Visi & Misi setelah shalat subuh usai. Pukul tujuh, sesi dibuka dengan pemberian penghargaan harian berdasarkan perolehan stiker terbanyak. Ada lima orang peserta yang mendapat penghargaan. Oleh Bang Reza masing-masing diminta memberi kesan hari pertama. Dari kesan yang disampaikan tercermin, bahwa pesan pelatihan dapat diterima dengan baik. Setelah itu Bang Rhay menyampaikan sharing tentang bagaimana pentingnya menentukan visi dalam kehidupan pribadi. Berikutnya pengantar Game Tantangan Hijrah oleh Bang Uconk dan dilanjutkan dengan game di luar ruangan. Di akhir permainan dilakukan review secara bersama. Akhirnya seluruh rangkaian acara pelatihan selesai menjelang Dhuhur. Acara penutupan menanti setelah rehat siang. “Saya ingin berubah." Terdengar suara tertahan. "Saya ingin menjadi baik. Saya ingin keluarga saya juga ikut jadi baik. Saya ingin lingkungan sekitar rumah saya ikut baik” ungkap Abang ini dengan isak tertahan. Banjir air mata membasahi pipinya. Jatuh ke baju koko putih sederhananya. Beberapa ibu ikut menitikkan air mata. Tak kuasa menahan haru. Demikain sekelumit ungkapan kesan seorang peserta di acara penutupan. Kebersamaan sebagai semangat untuk perubahan
Pelatihan, pada dasarnya adalah belajar bersama. Saling berbagi. Saling memberi dukungan. Saling menularkan. Apa yang ditularkan? Motivasi, kegembiraan, semangat dan pengalaman. Semua adalah guru.. Apa yang dipelajari? Bagaimana menjadi orang baik. Apakah sekarang belum baik? Tentunya sudah, tapi bagaimana baik itu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Semua orang tentu mau menjadi baik. Tapi manusia punya beragam sisi dan tak semua sisi jernih. Ada saja bagian yang berdebu. Karena manusia memiliki banyak kelemahan. Maka sangat baik bersama-sama berkumpul untuk melapangkan kesadaran, menebalkan motivasi dan mengokohkan niat untuk berubah menjadi baik. Sebab manusia butuh manusia lainnya. Tak semua bisa dilaksanakan sendiri.
|
|||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


