Skip to content

Surau Baitul Amin Sawangan

Kampus Artikel Komunitas Kontak
 

Informasi

Bermula dari kegelisahan melihat pemberitaan di media massa yang membuat jengah dan menumpulkan nalar. kami menyaring dan mencari dimana sisi yang benar.

detail
 
Navigasi: Beranda arrow Artikel arrow Berita & Agenda arrow Sufi Thinking, Momen Untuk Berubah
Sufi Thinking, Momen Untuk Berubah
Ditulis oleh Machrus Muafi   
Wuzz... wuzz... Berubah! Bisa!! Tujuhpuluh dua peserta sufi thinking di Surau Baitul Amin bersama-sama menggerakkan tangan dan meneriakkan yel-yel itu dengan lantang. Berubah ke arah yang lebih baik adalah spirit dari pelatihan rutin ini untuk jamaah Pengikut Naqsyabandiah Khalidiah.

Para peserta Sufi Thinking Reguler dalam sesi ice breaking.

Untuk pelatihan yang berlangsung hari ini (16/1) sampai besok, diikuti oleh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jabodetabek. Jarak yang cukup jauh tidak membuat mereka enggan untuk mencari ilmu.

Hari pertama dikenalkan konsep perubahan paradigm (cara pandang) , mindset (cara berpikir) dan values (nilai-nilai) -PMV- sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW untuk menjadi 'Islam Kaffah'. Perubahan cara pandang adalah hal prinsip untuk merubah kehidupan. PMV yang melatarbelakangi seseorang untuk bertindak dan melakukan sesuatu.

Membawa Ruh Pelatihan Ke Tempat Asal

“Saya akan sebarkan Misi dan Visi Ketua Yayasan menjadi muslim kaffah ke teman-teman di Pontianak,” Ujar Ifan Nasution. Lelaki berkacamata itu adalah salah satu dari tiga belas orang perwakilan dari Surau Tazul Amin Pontianak Kalimantan Barat.

Ifan juga bercerita bahwa keinginan pengurus untuk mengikuti pelatihan sufi thinking sudah cukup lama. Namun kesempatan itu baru datang saat ini. Pelatihan ini bukan sekedar mamahami visi misi, melainkan juga ajang untuk mencari format pelatihan yang tepat di Pontianak.

“Setelah ini kami akan mencoba membuat format laporan dan kami akan bagi ilmu yang kami di pelatihan ini ke jamaah yang ada di Pontianak,” kata dia lagi. Sebab menurutnya banyak hal yang harus di-share ke jemaah lain.

[posted by MFH]

 
Berikutnya >
Advertisement

BA Login

Berita dan Informasi

Informasi
Kronik
Agenda

Mutiara Kata

Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya.

Ali bin Abu Thalib
[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size