|
Sukacita dan Syahdunya Malam Pergantian Tahun |
|
Ditulis oleh sartono tono
|
Malam pergantian tahun identik dengan suasana berhura-hura. Tapi banyak yang bisa dilakukan selain itu. Salah satunya yang dilakukan jamaah Surau Baitul Amin. Baitul Amin mengadakan dzikir pergantian tahun. Acara ini dibuat untuk menyambut datanganya tahun baru dengan kegiatan yang bernilai di mata Allah, sekaligus untuk mensyukuri nikmat Allah.
Rabu, 31 Desember 2008 sekitar pukul 19.30 WIB jamaah sudah mulai berdatangan. Kebanyakan mereka datang dengan anggota keluarganya. Sehingga lapangan parkir mobil depan Merooba penuh. Sekitar 300 orang mengikuti sholat Isya dan dzikir bersama. Acara di lanjutkan dengan kenduri yang di adakan oleh pengurus Surau Baitul Amin. Lebih asyik lagi, jamaah bisa membakar jagung sendiri. “Pengurus surau menyediakan sekitar 500 potong ayam dan 500 biji jagung,” ujar Ikhsan, salah seorang panitia. Saat para orang tua menikmati hidangan kenduri dan jagung bakar, sembari bercengkrama dengan keluarga dan sahabat. Anak-anak bermain, berlarian dengan suka cita dengan teman sebaya di halaman kantin dan lapangan badminton. Sekitar pukul 23.25 WIB terdengar dari pengeras suara petugas surau mengumumkan agar jamaah segera masuk ke masjid surau karena dzikir akan segera dilakukan. Dzikir itu dimulai agar pukul 24.00 atau saat detik-detik pergantian tahun baru 2009 semua dalam keadaan berdzikir, mengingat Allah. Jemaah yang tadinya hanya ketika sholat isya dan tawajuh yang tadinya sekitar 300 orang, pada saat tengah malam menyambut pergantian tahun bertambah lebih dari dua kali lipat. Sebelumya, pergantian tahun baru 1430 Hijriyah pada senin 29 Desember 2008, rangkaian acara sudah di mulai pada hari Minggu sore. Fasilitator Sawangan (FIFAS) memberikan laporan evaluasi kegiatan tahun 2008 di hadapan Pengurus Surau Baitul Amin. Kemudian acara dilanjutkan kembali tepat pukul 22.00 WIB dengan acara tausiah dan fragmen dari FIFAS. Acara dilanjutkan tausiah dari Pengurus Surau Baitul Amin, H. Akhmad Sukran Bestari, SE, MMSi. Akhir tausiah beliau mengingatkan untuk selalu berdzikir agar api dzikir tetap menyala dalam dada. Acara tausiah berakhir pukul 23.40 WIB kemudian di lanjutkan dengan dzikir tengah malam untuk menyambut datangnya tahun baru 1430 Hijriyah.
|