Skip to content

Surau Baitul Amin Sawangan

Kampus Artikel Komunitas Kontak
 

Informasi

Adalah perangkat (tools) yang disediakan pada browser yang anda miliki, bisa menggunakan Mozilla atau lainnya. Fungsinya adalah memudahkan anda untuk mengetahui informasi terbaru tentang kegiatan dan aktifitas Surau Baitul Amin.

detail
 
Navigasi: Beranda arrow Kronik arrow The Wild, Wild West
The Wild, Wild West
Ditulis oleh Baitul Amin   

Alhamdulillah, pelatihan Anshorman angkatan 6 selama yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 2 & 3 Pebruari 2008 telah berjalan lancar. Semarak era kejayaan koboi digunakan untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif untuk metode belajar ‘andragogy’. Dengan setting ‘Wild, Wild West’, para peserta diharapkan dapat merasakan dan mengadaptasi cir-ciri positif dari seorang koboi yang berfikir dan bertindak Cepat, Tepat dan Akurat.

Cowboy BANG!!! BANG!!! BANG!!!

Seperti biasa, pelatihan di mulai dengan olah raga ba’da sholat subuh; kali ini dengan senam jaipongan yang telah menjadi ‘tradisi’ FIFAS Bandung, yang juga diwakili sejumlah fasilitatornya pada pelatihan Anshorman kali ini.

Dengan penuh semangat pelatihan dibuka oleh para Lead Fasilitator Ab. Koboi Bams Ringopiticho (Ab. Bams) dan Ab. Koboi Rhay Ngantucho (alias Ab Rahman Hidayat), dilanjutkan dengan sambutan dari Abanganda H. Akhmad Syukran Bestari SE, MMSI. Diawali dengan pembacaan 1-3 yang ditujukan kepada Yang Mulia Mursyid, beliau memperkenalkan tiap-tiap fasilitator dan dilanjutkan dengan tembakan tiap-tiap pistol dari peserta untuk menandai dimulainya acara.


Para CowBoy sedang berdiskusi seru, menghadapi tantangan materi yang diberikan

Di hari pertama pelatihan, acara diawali dengan sesi ”Memory Sang Koboi”, untuk mengingat kembali materi pelatihan-pelatihan Anshorman terdahulu, seperti, seperti Personality Plus, Komunikasi dan Pelayanan, Mengenal Tim, Conflict Resolution dan Cinta Organisasi. Secara singkat Bang Bams menjelaskan kontinuitas dan relevansi dari tiap-tiap pelatihan Anshorman; bahwa ada proses evolusi, dari Spiderman menjadi Samurai-man, dan kini Anshorman menjadi ”Cowboy”, yang mengandung makna: Cepat berpikir, Optimis, Wawasan luas, Bertindak cepat, On Focus, dan Yakin pada kemampuan diri dan tim. Dengan motto : COWBOY BANG!!! BANG!!! BANG!!! menyimpan makna tujuan pelatihan untuk menciptakan ”Koboi-Koboi” yang akan terus BANG!!!un... BANG!!!kit .... berkemBANG.



Ab. Nur Kholis (lebih akrab dipanggil Cak Joyo) yang datang khusus dari Doha, Qatar untuk pelatihan Anshorman 6 ini tampil sebagai pembicara pada Sesi pertama yang bertemakan: Koboi Sutra Ungu Episode I. Sesi ini diawali dengan pemutaran film Lucky Luke, yang sebagaimana pada komiknya, terkenal dengan ciri khas bisa lebih cepat menembak dari bayangannya sendiri. Figur koboi komik ini digunakan untuk mengaspirasikan terbentuknya contoh individu yang berpikir cepat, memiliki imajinasi, dan bebas bermimpi. Dari diskusi sesi ini pun dapat dipetik pesan bahwa kreatifitas umumnya tidak langsung muncul, dan bisa dicapai melalui latihan yang terus menerus.

Sebagaimana pada pelatihan-pelatihan sebelumnya, selain materi teori di dalam format classroom, Anshorman 6 juga menggunakan berbagai game dan interaksi kelompok. Salah satunya adalah game mengenai kisah Cleopatra dan Anthony, untuk mensimulasikan pentingnya ’team work’; dimana pembelajaran yang didapat adalah bahwa bekerjasama bersama-sama dengan anggota kelompok untuk memecahkan masalah akan membawa hasil yang jauh lebih baik ketimbang pemikiran para individu tim secara sendiri-sendiri.

Diantara materi teori yang digunakan pada pelatihan kali ini beranjak dari teori-teori yang populer seperti Parallel Thinking, dan cara berfikir Six Hat oleh De Bono.



Keterkaitan dari satu sesi ke sesi berikutnya dibangun dengan melalui berbagai game dan teori yang terjalin. Para peserta diajak untuk berproses fikir kolektif, dan memahami perlunya kreatifitas dalam berpikir, atau ”out of the box”, pada ”Koboi Dikomik I”. Selanjutnya, pada sesi ”Koboi Sutra episode II” yang dibawakan oleh Jhon Aidil, para Anshor diajak untuk memahami pengertian target, cara penyusunannya, penentuan parameter dan penetapan standar ukurannya, serta bagaimana memahami dan menafsirkannya. Ini merupakan salah satu point penting dalam pelatihan ini, terutama dalam hal kesurauan; agar pekerjaan-pekerjaan surau dapat selesai dengan hasil yang optimal.

Di game-game selanjutnya, berbagai ’cara berfikir’ lainnya juga didalami. Contohnya, pada sesi ”Mistery Murder” peserta diajak berpikir analitis dan sistematis, serta berlatih brainstorming dan berpikir kreatif.



Seperti biasanya, dimalam hari acara pelatihan, digelar acara Review of the Day di areal parkir Surau Baitul Amin Sawangan. Pada sambutannya, Ab. Arie menyampaikan kembali maksud dan tujuan dari tiap-tiap sesi di pelatihan Anshorman 6 ini. Menurut beliau, nilai-nilai positif yang disampaikan dalam materi pelatihan ”Sepuluh Perintah Koboi” seharusnya dilaksanakan pula oleh seorang muslim, dan merupakan manifestasi akhlak Rasul (Ahklakul Karimah). Jika seorang koboi yang notabene seorang non Muslim dapat menerapkan akhlak seperti akhlak Rasul maka seharusnya sebagai seorang Muslim merupakan sebuah kewajiban untuk menerapkannya.



”Anshorman 6 ini adalah pelatihan manajerial, tetapi tentunya juga merupakan pelatihan moral yang sesuai dengan Islam dan Tarikat,” kata Ab. Arie. Intinya adalah, zaman menuntut surau-surau untuk belajar pengelolaan surau dengan baik yang semata-mata untuk pengabdian, dan agar kita dapat menjaga nama baik Guru kita, sampai kapan pun juga.


Anshorman 6
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement

BA Login

Berita dan Informasi

Informasi
Kronik
Agenda

Mutiara Kata

Bila engkau memberi dari hartamu, tiada banyaklah pemberian itu. Bila engkau memberi dari dirimu itulah pemberian yang penuh arti.

Kahlil Gibran

Artikel Terkait

[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size