|
Ditulis oleh Jusron Faizal
|
|
Pada 12 - 14 Agustus 2009 lalu, petugas dari Surau Baitul Amin Sawangan
yang terdiri dari Abang H. Abdul Mujib dan H. Rahmat Sihombing
melakukan lawatan ke Bengkulu, untuk berdiskusi seputar tarekat dengan
Prof. DR. H. Djamaan Nur, Guru Besar UIN Bengkulu dan penulis buku
Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof. DR. H. Kadirun Yahya. Untuk
mencatat hasil diskusi, Mozaik menugaskan Bambang Mulyantono dan Suyadi
Yusuf menyertai lawatan tersebut. Di sela-sela waktu senggang diskusi,
Mozaik mewawancarai Imam Masjid Bengkulu yang sempat menekuni hobi
berburu dan main golf ini.
|
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Mozaik
|
|
Untuk kedua kalinya, Dr Asep Usman Ismail, Guru Besar UIN Syarif
Hidayatullah – Jakarta, bersedia meluangkan waktu menerima Mozaik.
Pertemuan pertama dengan pengamal Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah ini
mengulas tentang Tasawuf dan Tarekat. Pada pertemuan kedua kali ini,
wawancara dengan salah satu penyusun Eksiklopedi Tasawuf ini berkisar
seputar Tarekat Naqsyabandiyah. Berikut petikan wawancara yang
berlangsung di Kampus ICAS –Universitas Paramadina Plaza 3 - Pondok
Indah, seusai beliau menjadi khatib dan imam Shalat Jum’at (15/5), |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Mozaik
|
|
Tulisan utama tentang tasawuf dan tarekat yang dimuat Mozaik
beberapa edisi lalu sesungguhnya merujuk pada makalah dan hasil
wawancara dengan Drs. H. Ahmad Farki ini, yang kemudian dilengkapi
dengan narasumber dan literature lain.
Drs. H. Ahmad Farki yang akrab disapa dengan Bang Ifer adalah salah
satu putra pendiri yayasan. Minat dan pemahamannya terhadap sejarah
peradaban manusia, menjadikan dia sebagai narasumber yang menarik dalam
forum diskusi, seminar atau pelatihan. Berikut petikan wawancara dengan
‘ahli sejarah’ yang juga pengusaha perkebunan sawit dan peternakan sapi
ini. |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Mozaik
|
|
Pada acara Silaturahmi Da’i yang diselenggarakan Surau Baitul Amin
Sawangan, 14-15 Pebruari 2009 lalu, hadir seorang narasumber dari
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau adalah Dr. Asep Usman Ismail, M.A., dosen tetap Fakultas
Dakwah dan Komunikasi (UIN) Syarif Hidayatullah. Seusai menyampaikan
materi berjudul "Memahami Dakwah Sufistik" pria kelahiran Sukabumi, 20
Juli 1960 ini menerima permintaan Mozaik Surau untuk wawancara. Berikut petikan wawancara dengan pengamal Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) di Suryalaya, Jawa Barat ini |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
|
Prof. Dr. KH. Djamaan Nur.Melihat dari sejarah hidup Prof. Dr. KH. Djamaan Nur, tercermin kehidupan ulama, akademisi dan aktivis sosial sekaligus. Selepas dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, beliau langsung mengajar di IAIN Raden Patah di Bengkulu. Pernah jadi Dekan Fakultas Syariah IAIN di Bengkulu. Dan tahun 1995 putra pasangan Faqil Nurdin dan Hj Rahimah ini diangkat sebagai guru besar madya. |
|
detail
|
|
|
|