|
Bermula dari kegelisahan melihat pemberitaan di media massa yang membuat jengah dan menumpulkan nalar. kami menyaring dan mencari dimana sisi yang benar. |
|
| detail |
| Mengawal Perkembangan Ragam Tarekat |
| Ditulis oleh Baitul Amin | |
|
Untuk menghindari penyimpangan ajaran tarekat dari garis lurus yang diletakkan oleh para sufi terdahulu. NU meletakkan dasar-dasar tasawuf sesuai dengan khittah ahlissunnah waljamaah. Oleh karena itu Jatman dibentuk pada tahun 1979 antara lain lain oleh KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri dan Dr KH ldham Chalid. Tujuannya untuk memberikan sebuah rambu-rambu kepada masyarakat tentang tarekat yang mu'tabar dan ghairu mu'tabar. Seperti diketahui bahwa dalam tasawuf, jumlah tarekat sangat banyak, kaum sufi mengelompokkan tarekat menjadi dua jenis, yaitu tarekat mu'tabar (thariqah yang mutashil -tersambung- sanadnya kepada Nabi Muhammad SAW), dan tarekat ghairu mu'tabar (thariqah yang munfashil -tidak tersambung- sanadnya kepada Nabi Muhammad)
Habib Luthfi dengan jubah dan sorban putih saat "International Conference of Islamic Scholars" *foto by naqshbandi.org Habib Luthfi sendiri merupakan Mursyid (Guru) Tarekat Syadziliah yang berpusat di di Kampung Noyontaan, Pekalongan, Jawa Tengah. Muridnya berjumlah ribuan. Habib ini terkenal sebagai ulama yang inklusif, bahkan dalam sebuah wawancara Beliau menolak secara tegas kekerasan yang menggunakan nama Islam. Lelaki kelahiran Pekalongan, 10 November 1946 yang juga jago main alat musik itu mengatakan “Apakah Nabi pernah mengislamkan seseorang dengan pedang? Tidak pernah! Saya baca hadis, tidak ada yang menyebutkan itu.” |
| < Sebelumnya |
|---|


