Skip to content

Surau Baitul Amin Sawangan

Kampus Artikel Komunitas Kontak
 

Informasi

Bermula dari kegelisahan melihat pemberitaan di media massa yang membuat jengah dan menumpulkan nalar. kami menyaring dan mencari dimana sisi yang benar.

detail
 
Navigasi: Beranda arrow Artikel arrow Profile arrow Mengawal Perkembangan Ragam Tarekat
Mengawal Perkembangan Ragam Tarekat
Ditulis oleh Baitul Amin   

habib luthfiKH Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau yang akrab disapa Habib Luthfi adalah pemimpin perkumpulan tarekat-tarekat dalam Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) itu.  Para petinggi Indonesia tidak sedikit yang meluangkan waktunya guna bertemu dengan beliau. Paling baru adalah saat Wakil Presiden Yusuf Kalla menghadiri Munas Jatman yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Juni lalu. Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudoyono juga pernah menyambangi kediamannya.

Untuk menghindari penyimpangan ajaran tarekat dari garis lurus yang diletakkan oleh para sufi terdahulu. NU meletakkan dasar-dasar tasawuf sesuai dengan khittah ahlissunnah waljamaah. Oleh karena itu Jatman dibentuk pada tahun 1979  antara lain lain oleh KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri dan Dr KH ldham Chalid. Tujuannya  untuk memberikan sebuah rambu-rambu kepada masyarakat tentang tarekat yang mu'tabar dan ghairu mu'tabar. Seperti diketahui bahwa dalam tasawuf, jumlah tarekat sangat banyak, kaum sufi mengelompokkan tarekat menjadi dua jenis, yaitu tarekat mu'tabar (thariqah yang mutashil -tersambung- sanadnya kepada Nabi Muhammad SAW), dan tarekat ghairu mu'tabar (thariqah yang munfashil -tidak tersambung- sanadnya kepada Nabi Muhammad)

habib luthfi

Habib Luthfi dengan jubah dan sorban putih saat "International Conference of Islamic Scholars" *foto by naqshbandi.org

Habib Luthfi sendiri merupakan Mursyid  (Guru) Tarekat Syadziliah yang berpusat di  di Kampung Noyontaan, Pekalongan, Jawa Tengah. Muridnya berjumlah ribuan. Habib ini terkenal sebagai ulama yang inklusif, bahkan dalam sebuah wawancara Beliau menolak secara tegas kekerasan yang menggunakan nama Islam. Lelaki kelahiran  Pekalongan, 10 November 1946 yang juga jago main alat musik itu mengatakan “Apakah Nabi pernah mengislamkan seseorang dengan pedang? Tidak pernah! Saya baca hadis, tidak ada yang menyebutkan itu.”

 
< Sebelumnya
Advertisement

BA Login

Berita dan Informasi

Informasi
Kronik
Agenda

Mutiara Kata

Jangan segan untuk mengulurkan tangan anda. Tetapi, jangan anda enggan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada anda.

Pope Jhon XXIII
[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size