|
Ditulis oleh Jusron Faizal
|
|
Di bawah kepemimpinan Sayyidi Syaikh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya
penyebaran Naqsyabandiyah Khalidiah begitu luas di Indonesia dan
Malaysia, bahkan murid-muridnya ada yang berasal dari Amerika. Maka,
untuk memudahkan pengorganisasian, terkait aktivitas
sosial-kemasyarakatan, dibuatlah wadah yayasan yang diberi nama Yayasan
Prof. Dr. H. Kadirun Yahya. Sedangkan ajaran tarekat yang
dikembangkannya, dipopulerkan oleh murid-muridnya sebagai Tarekat
Naqsyabandiyah Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya.
|
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
|
Hijrah menandai awal era Muslim, karena pada titik inilah Nabi Muhammad SAW mampu menerapkan gagasan Qur’ani secara maksimal, dan meletakkan Islam menjadi faktor penting dalam sejarah manusia. Ini adalah sebuah langkah revolusioner.
Hijrah bukanlah sekadar perubahan alamat. Menurut Karen Armstrong dalam Islam; Sejarah Singkat ,di Jazirah Arab sebelum Islam, suku adalah nilai suci. Meninggalkan kelompok darah sendiri dan bergabung dengan suatu kelompok darah orang lain adalah suatu hal yang belum pernah terdengar. Hal ini dianggapnya menghina nenek-moyang sendiri dan kaum Quraisy tidak bisa memaafkan kesalahan ini. Maka kaum Quraisy bersumpah untuk memusnahkan ummah (Islam) di Yatsrib. |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
|
Tarekat ini dimasyhurkan oleh Muhammad bin Muhammad Bahauddin Al-Uwaisi
al Bukhari Naqsyabandi Q.S. (Mursyid yang berada pada silsilah ke-15
dalam Tarekat Naqsyabandiyah). Pada sumber lain nama beliau ditulis
Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad Al-Husayni Al-Uwaysi Al-Bukhari
sementara ada pula yang menyebutnya dengan nama Bahauddin Shah
Naqsyabandi. Beliau lahir di Qashrul ‘Arifan, sebuah desa di kawasan
Bukhara, Asia Tengah (Uzbekistan), pada Muharram tahun 717 H, atau
tahun 1318 Masehi. Nasabnya bersambung kepada Rasulullah SAW melalui
Sayyidina Al-Husain RA.
|
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
Tarekat Naqsyabandiyah masuk ke India dibawa oleh Sayyidi Syaikh
Muaiyiduddin Muhammad Baqi Billah qs. dan dilanjutkan oleh Sayyidi
Syaikh Akhmad Faruqi Sirhindi Q.S. yang lahir di Sirhindi, kini negara
bagian Punjab, sebelah barat New Delhi pada Jum’at, 4 Syawal 971 H atau
26 Mei 1564. Disebut al-Faruqi karena beliau memiliki garis keturunan
yang bersambung sampai kepada Khalifah Umar. Tarekat Naqsyabandiyah betul-betul telah tumbuh dan berkembang di India
sebelum Syaikh M. Baqi Billah wafat pada 1603 M. Penerusnya, Syaikh
Akhmad, sangat yakin akan tugas besarnya dalam memainkan peranan
menumbuhkan kehidupan keagamaan di masanya. Berkat bimbingan dan
dorongan Syaikh M. Baqi Billah, Syaikh Akhmad sadar akan tugas-tugas
tersebut. |
|
detail
|
|
|
Ditulis oleh Baitul Amin
|
|
Tarekat ini berhulu pada diri Nabi Muhammad SAW yang kemudian mengalir kepada Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq R.A, sahabat kesayangan Nabi Muhammad SAW dan khalifahnya yang pertama, yang telah menerima ilmu istimewa seperti diterangkan Nabi Muhammad SAW sendiri, "Tidak ada sesuatu pun yang dicurahkan Allah ke dalam dadaku, melainkan aku mencurahkan kembali ke dalam dada Abu Bakar" |
|
detail
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 21 |